Penyaluran Raskin di Bengkulu Baru Terealisasi 60%

Rabu, 5 Juli 2017 | 07:34 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras (Antara/Rudi Mulya)

Bengkulu - Penyaluran beras miskin (raskin) di Bengkulu, sampai awal Juli 2017, baru terealisasi sekitar 7.000 atau sebesar 60 persen dari target semula sebanyak 12.400 ton lebih.

"Sampai awal Juli 2017, kami baru berhasil menyalurkan raskin sebanyak 7.000 ton dari target sebanyak 12.400 ton dengan sasaran sekitar 120.000 rumah tanggah sasaran (RTS), tersebar di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu," kata Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog Bengkulu, Subali Agung Gunawan, di Bengkulu, Selasa (4/7).

Ia mengatakan, realisasi pencapai penyaluran raskin di Bengkulu, sampai awal Juli sebesar 60 persen dari target 12.400 ton tersebut, sudah cukup bagus mengingat raskin baru disalurkan ke warga miskin di daerah ini pada awal Maret lalu.

"Kami optimistis penyaluran raksin di Bengkulu dapat direalisasikan 100 persen pada November mendatang, karena sisa waktu penyaluran masih lima bulan lagi. Sedangkan raskin yang belum disalurkan tinggal 40 persen lagi atau sebanyak 5.400 ton," ujarnya.

Untuk mempercepat realisasi penyaluran raskin 2017 di Bengkulu, Bulog setempat memberikan kesempatan kepada para kepala desa (kades) untuk menebus raskin tiga bulan sekaligus, yakni jatah Januari, Februari, dan Maret.

"Syukur alhamdulillah kebijakan tersebut dapat dijalankan kades, sehingga hingga awal Juli ini, realisasi penyaluran raskin di Bengkulu, sudah mencapai angka 60 persen. Sedangkan sisanya diharapkan dapat dituntaskan lima bulan ke depan," ujarnya.

Untuk itu, Bulog Bengkulu meminta pemkab dan pemkot Bengkulu, agar mendorong kades mempercepat mengambilan raskin jatah bulan Juli, sehingga masyarakat kurang mampu di daerah ini tidak kesulitan mendapatkan beras.

Sebab, keberadaan raskin selama ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mengatasi kebutuhan beras bagi keluarganya. Selain itu, penyaluran raskin juga untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran setempat.

Terkait kualitas raskin yang dibagikan Bulog Bengkulu ke warga sasaran jelek, Subali mengatakan, bagi warga yang menerima raskin kualitasnya buruk segera kembali ke Bulog setempat untuk diganti raskin kualitas bagus.

"Saya minta warga penerima raskin di Bengkulu, jika menerima raskin buruk dan berkutu sebaiknya kembalikan Bulog dan segera kita ganti dengan beras kualitas bagus," ujarnya.

Subali menambahkan, jika raskin yang disalurkan Bulog Bengkulu, kualitasnya kurang baik bukan unsur disengaja, tapi hal tersebut terjadi karena beras yang dibagikan langsung dari gudang Bulog.

"Bisa saja beras yang kita bagikan sudah lama di gudang sehingga kualitasnya jelek. Yang pasti, kami tidak ada unsur sengaja bagikan raskin ke masyarakat kualitasnya buruk," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon