Emas Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik
Kamis, 6 Juli 2017 | 07:54 WIB
Chicago- Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup naik tipis pada Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB (6/7) di tengah ketegangan geopolitik dan penurunan pesanan pabrik.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik US$ 2,5 atau 0,21 persen, menjadi US$ 1.221,70 per ounce, menyusul penurunan ke posisi terendah delapan minggu pada sesi sebelumnya.
Pemicunya adalah risiko geopolitik menyusul peluncuran rudal terbaru Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) pada 4 Juli Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menyebut uji coba peluncuran rudal itu sebuah eskalasi ancaman baru terhadap Amerika Serikat. Merespons hal itu, Amerika Serikat dan Korea Selatan melakukan latihan dengan menembakkan rudal ke Laut Jepang pada hari yang sama.
Terlepas dari ketegangan geopolitik, kinerja produksi AS yang buruk merupakan faktor lain yang membuat emas kembali berada di wilayah positif.
Biro Sensus AS melaporkan pada Rabu (5/7) bahwa pesanan baru untuk barang-barang manufaktur pada Mei, melemah dua bulan berturut-turut, turun US$ 3,7 miliar 0,8 persen menjadi US$ 464,9 miliar. Ini diikuti penurunan 0,3 persen pada April.
Namun, kenaikan emas dibatasi karena indeks dolar AS menguat sebesar 0,05 persen menjadi 96,30 pada pukul 17.00 GMT. Indeks tersebut merupakan ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Saat dolar AS naik, emas berjangka biasanya turun.
Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 19,6 sen atau 1,22 persen menjadi US$ 15,896 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 2,70 atau 0,30 persen menjadi US$ 908,80 per ounce.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




