2017, Atlas Resources Optimistis Raih Pendapatan US$ 90 Juta
Kamis, 6 Juli 2017 | 08:38 WIB
JAKARTA - PT Atlas Resources Tbk (ARII) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai US$ 90 juta dan EBITDA sebesar US$ 11 juta. Perseroan mengestimasi sumber pendapatan akan berasal dari penjualan domestik oleh Hub Mutara dan Hub Kukar.
Total penjualan domestik sepanjang 2017 diprediksi 1,2 juta ton yang berasal dari Hub Mutara. Sedangkan sebesar 400.000-500.000 ton penjualan ekspor akan diproduksi oleh Hub Kukar milik perseroan.
Direktur dan Corporate Secretary Atlas Resources Lidwina S Nugraha mengatakan, optimism tersebut didorong oleh adanya kontrak jangka panjang penjualan batubara dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tiap tahun pihaknya mengalokasikan sekitar 3,2 juta ton untuk jangka waktu 20 tahun dengan total kontrak penjualan 60 juta ton.
Tahun ini perseroan masih akan melanjutkan ekspor ke India, RRT, dan Malaysia dan diperkirakan naik enam kali lipat. "Dalam beberapa bulan ke depan perseroan akan meningkatkan produksi menjadi minimal 100.000 ton per bulan," ungkapnya di Jakarta, barubaru ini.
Lidwina memperkirakan, perseroan dapat menambah kapasitas hauling di Mutiara Hub dengan tambahan sebanyak 80 truk menjadi total 173 truk atau sekitar 50.000 ton per bulan. Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar US$ 8,2 juta hingga akhir tahun. Jumlah tersebut akan digunakan perseroan untuk pembangunan infrastruktur untuk efisiensi dan produksivitas.
Tak hanya itu, Atlas Resources berencana menjual tambang batubara berkalori 6.300 kilo kalori (Kkal) di bawah entitas anak PT Diva Kencana Borneo. "Kami akan fokus pada batubara dengan kandungan 4.000-4.200 Kkal yang lebih diminati," ujarnya.
Hingga saat ini perseroan masih dalam proses due diligence tambang Kukar yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2017.
Sementara dua tambang lainnya di wilayah Papua yang dinilai tidak ekonomis dari segi biaya operasional. Adapun kedua tambang tersebut seluas 100.000 hektare (Ha) atau sekitar 50,7% dari total luas area konsensi sekitar 197 ribu Ha. (c01)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




