Film Filosofi Kopi 2, Bukan Sekedar Meracik Kopi

Kamis, 6 Juli 2017 | 13:52 WIB
DA
FH
Penulis: Dina Fitri Anisa | Editor: FER
Filosofi Kopi 2
Filosofi Kopi 2 (Istimewa)

Jakarta - Masihkah ingat dengan film Filosofi Kopi? Film seri pertama yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, bercerita tentang dua orang sahabat bernama Ben (Chicco Jerikho) dan Joddy (Rio Dewanto) yang memabangun dan memperjuangkan sebuah kedai kopi bernama Filosofi Kopi.

Namun apadaya, hutang yang melilit membuat kedua sahabat ini menjual kedai kopi kesayangannya dan berkeliling Indonesia demi membagikan 'Kopi Terbaik'.

Film Filosofi Kopi 2: Ben dan Joddy, melanjutkan cerita penuh drama antara Ben dan Joddy setelah dua tahun mereka jualan kopi keliling bersama Kombi Filosofi Kopi.

Satu demi satu permasalahan timbul bembendung jalan buntu. Awalnya, terjadi di suatu malam di Bali, saat para rekan kerja Filosofi Kopi, Aga, Aldi dan Nana memutuskan mengundurkan diri dengan alasan mereka masing-masing. Ben dan Joddy pun merasa semangat mereka pupus dengan ujian ini, dan membawa mereka kembali ke Jakarta.

Namun, dibalik musibah pasti ada hikmahnya, merekapun dipertemukan oleh seorang wanita cantik bernama Tarra (Luna Maya). Tarra merupakan seorang wanita yang mengagumi Filosofi Kopi dan siap untuk membantu menjadi Ben dan Joddy membangun kembali kedai Filososfi Kopi di Jakarta.

Cita-cita kedua sahabat ini pun kembali terbuka. Tak tanggung-tanggung, mereka pun membuat kembali sebuah kedai kopi di luar kota, dan merekrut beberapa karyawan baru untuk membantu mereka. Sabriena atau Brie (Nadine Alexandra) adalah salah satu tokoh pemeran bartender wanita baru dalam film ini.

Namun, cita-cita itu harus kembali padam ketika terjadi sebuah masalah yang lebih besar. Ben dan Joddy diuji untuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Entah itu tentang cinta, keluarga atau persahabatan.

Film yang diadaptasi dari novel milik Dewi Lestari terlihat ingin membuka lebih besar jendela cerita para tokoh utamanya. Dikembangkan dengan alur cerita menarik dan berbeda, namun tetap berada dalam benang merah masalah pokok film seri pertama.

Belajar dari kesalahan yang pertama, sebagai sutradara Angga Dwimas Sasongko memanfaatkan Filosofi Kopi 2 sebagai kesempatan untuk remedial. Ia pun dinilai sudah lulus membuat film ini semakin hidup.

Aktor dan aktris pendukung pun dinilai sudah berwarna. Meskipun tak banyak scene yang diperankan, namun hadirnya Ernest Prakasi, Tio Pakusadero, Joko Anwar dan Whani Dharmawan bisa mengentalkan kembali suasana dalam film ini.

Selanjutanya, permasalahan kehampaan cerita romansa yang tidak begitu dalam di film pertama, membuat Angga memutar otak untuk memberikan sentuhan berbeda di filmnya kali ini. Hadirlah kedua sosok wanita baru Brie dan Tarra, yang mendatangkan dilemik kisah romansa yang unik, dan sesuai porsi.

Selain itu, kehampaan latar belakang tempat film pertama dibalaskan dengan memamerkan beberapa tempat indah di Indonesia. Hal ini pun menjadi sebuah refresh baru yang segar. Beberapa tempat diantaranya berada di daerah Yogyakarta, Bali, Makassar, dan Toraja. Selebihnya, film yang dirilis mulai Kamis (13/7) ini layak untuk ditonton menemani akhir pekan.

Perlu diketahui, Filosofi Kopi bukan hanya sekedar film meracik kopi, tetapi film ini juga berusaha untuk memajukan para petani kopi di Indonesia. Dengan membeli satu buah tiket, penonton pun bisa melestarikan satu benih kopi Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon