Tahun Depan, Indonesia Peringkat Kedua Pemanfaatan Panas Bumi
Minggu, 9 Juli 2017 | 01:44 WIB
JAKARTA - Indonesia bakal menggeser posisi Filipina terkait pemanfaatan panas bumi, pada 2018. Filipina saat ini sudah memiliki total kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) mencapai 1.870 megawatt (MW).
Kapasitas tersebut menjadikan Filipina berada di posisi kedua dunia. Sedangkan posisi pertama dipegang oleh Amerika Serikat dengan total kapasitas pembangkit mencapai 3.450 MW.
Direktur Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yunus Saefulhak mengatakan realisasi PLTP hingga semester pertama tahun ini sebesar 1.698,5 MW. Realisasi itu separuh dari target pembangunan PLTP 2017 yang sebesar 1.858,5 MW.
"Sekarang sudah mencapai 1.698,5 MW dan kami yakin target tahun ini bakal tercapai," kata Yunus dalam acara media gathering di Jakarta, Jumat (7/7).
Yunus menuturkan tiga proyek PLTP diperkirakan rampung hingga tahun ini yakni di Sumatera Utara, dan Jawa Barat. Ketiga proyek itu yakni PLTP Sarulla di Sumatera Utara dengan kapasitas 110 MW, kemudian PLTP Sorek Marapi di Sumatera Utara dengan kapasitas 20 MW serta PLTP Karaha di Jawa Barat dengan kapasitas 30 MW.
"Jadi di desember mudah-mudahan 1.858,5 MW bisa tercapai," ujarnya.
Dikatakannya bila realisasi target 1.858,5 MW tercapai tahun ini sebenarnya Indonesia sudah menggeser posisi Filipina terkait pemanfaatan panas bumi. Pasalnya kapasitas panas bumi Filpina mengalami penurunan (decline) yang saat ini sekitar 1.700 MW. "Artinya, tahun 2017 saja, kalau itu tercapai 1858 MW, di Desember itu kita sudah menyalip Filipina," ujarnya.
Namun Yunus enggan sesumbar. Dia memilih memasang target untuk menggeser Filipina di 2018. Pasalnya di tahun depan ada penambahan kapasitas PLTP sebesar 165 MW. Dengan penambahan itu maka total kapasitas pembangkit panas bumi menjadi 2.023,5 MW.
Dikatakannya target pemanfaatan panas bumi mencapai 7.241 MW hingga 2025. Dengan target tersebut artiannya di 2021 Indonesia menduduki peringkat pertama dunia terkait pemanfaatan panas bumi. Artiannya Indonesia menggeser Amerika Serikat.
"Ini dengan catatan tidak ada penambahan kapasitas panas bumi di Amerika Serikat," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan kapasitas eksisting PLTP saat ini sebesar 1.698,5 MW maka dibutuhkan penambahan sekitar 5.500 MW untuk mencapai target di 2025. Pihaknya optimis target tersebut bakal tercapai lantaran sebanyak 4.000-an MW proyek PLTP sudah berjalan serta menyelesaikan perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PLN.
"Sekitar 1.200 MW kita kejar dengan mekanisme lelang yang menggunakan tariff sesuai Permen ESDM 12," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




