Harga Minyak Menguat Dipicu Upaya Pembatasan Ekspor Arab
Rabu, 19 Juli 2017 | 08:43 WIB
New York - Harga minyak dunia berbalik naik (rebound) pada perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (19/7) setelah sehari sebelumnya turun. Pemicunya, Arab Saudi sedang mempertimbangkan upaya lebih lanjut untuk membatasi ekspor minyak mentah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus meningkat US$ 0,38 menjadi US$ 46,40 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman September, naik US$ 0,42 menjadi US$ 48,84 per barel di London ICE Futures Exchange.
Financial Times melaporkan pada Selasa (18/7), mengutip konsultan di Petroleum Policy Intelligence, Arab Saudi kemungkinan akan memangkas ekspor minyak mentah hingga 1 juta barel per hari.
Sementara pelemahan dolar AS membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,55 persen menjadi 94,608.
Harga minyak telah meningkat selama lima hari berturut-turut pada pekan lalu, didukung meningkatnya permintaan minyak global.
Badan Energi Internasional (IEA) mengeluarkan prospek kuat untuk permintaan minyak global, dengan mengatakan bahwa konsumsi di Tiongkok, Jerman dan Amerika Serikat meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Namun harga minyak dunia turun pada Senin (17/7), karena para investor khawatir tentang kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat. Produksi minyak di beberapa daerah minyak serpih (shale oil) AS akan meningkat 113.000 barel per hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




