Megawati: TNI Harus Miliki Pengetahuan Politik, Tapi Jangan Berpolitik
Jumat, 21 Juli 2017 | 21:49 WIB
Jakarta- Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Megawati Soekarnoputri mengingatkan personel TNI jangan sekali-kali ikut berpolitik. Menurut Megawati, personel TNI maupun kepolisian harus memiliki pengetahuan politik, namun jangan sekali-kali ikut berpolitik.
"Kalian boleh mempunyai pengetahuan politik, tetapi tidak boleh berpolitik. Beda lho. Jangan salah lho. Saya selalu ditanya, bolehkan militer itu berpolitik, kepolisian berpolitik. Tidak boleh," kata Megawati saat memberikan pembekalan kepada 437 calon perwira TNI di aula Gatot Subroto, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7).
Menurut Megawati, tentara maupun kepolisian tidak boleh berpolitik karena sudah bersifat eksklusif. Diberi senjata oleh negara untuk menjalankan fungsi dan perannya dalam menjaga pertahanan negara.
Menurut Megawati, TNI diharuskan memiliki pengetahuan politik karena tantangan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam negeri itu sendiri.
"Tantangan yang kita hadapi sekarang ini tidak hanya radikalisme dan terorisme, serta potensi disintegrasi yang terus dicoba meski gagal karena solidnya TNI," ucap Megawati.
Belum lagi ancaman perang teknologi, perang mata uang dan perang menggunakan narkoba untuk melemahkan daya juang bangsa. "Kita juga melihat perang ideologi masih terus terjadi untuk menggantikan Pancasila," kata Megawati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




