Kejahatan Siber di Pondok Indah, Polisi Amankan 29 WNA

Sabtu, 29 Juli 2017 | 19:58 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Ilustrasi kejahatan cyber
Ilustrasi kejahatan cyber (www.it-security-blog.com/www.it-security-blog.com)

Jakarta - Polisi menggerebek sebuah rumah terkait dugaan kejahatan siber internasional, di Jalan Sekolah Duta Raya RT 02 RW 15 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok diamankan.

"Jadi hasil penyelidikan kami dengan Kepolisian Tiongkok ada sindikat siber kejahatan tingkat internasional yang melakukan aktivitas salah satunya di TKP Pondok Indah. Kami melakukan penggerebekan dan hasilnya kami temukan ada 29 WNA Tiongkok, ada 12 perempuan dan 17 laki-laki diduga terlibat kejahatan siber lintas negara," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto, Sabtu (29/7).

Dikatakannya, saat ini tim penyidik masih bekerja melakukan proses identifikasi masing-masing orang yang diamankan. Termasuk, mendata barang bukti yang diduga dipakai untuk melakukan kejahatan siber.

"Informasi awal, mereka melakukan kejahatan dengan melakukan penipuan atau pemerasan terhadap korban yang sementara kita identifikasi ada di negara Tiongkok. Jadi pelaku dan korbannya adalah warga negara Tiongkok," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pihaknya belum mendapatkan informasi apakah ada korban di Indonesia. "Data yang kita terima dari Kepolisian Tiongkok bahwa korban ada di Tiongkok dan pelakunya ada di Indonesia, dan memang benar saat penindakan kami temukan ada aktivitasnya," katanya.

Ia menyampaikan, Polri dan Kepolisian Tiongkok sedang melakukan identifikasi dan pemeriksaan forensik untuk mengetahui siapa saja yang menjadi korban kejahatan siber ini.

"Masih dilakukan identifikasi modusnya seperti apa. Ini jadi salah satu materi kami. Ini juga masih kami telisik (apakah bekerja sama dengan orang Indonesia). Nanti ada hukum Indonesia yang mengatur. Kami  akan lakukan konstruksi peristiwa, bagaimana peran masing-masing orang yang ada di TKP dan kerja sama dengan siapa saja," jelasnya.

Menyoal apakah ini satu jaringan dengan penggerebekan di Bali, Didik menyampaikan penyidik masih melakukan identifikasi.

"Kami juga sedang melakukan indentifikasi apakah yang di Surabaya, Jakarta dan Bali itu merupakan satu kesatuan. Kami tetap koordinasi. Belum tahu (pimpinannya). Masih kami lakukan pengungkapan, kami juga ada kendala karena mereka menggunakan bahasa sana (Tiongkok), makanya kami lakukan pemeriksaan," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon