Persiapan Kontingen Olimpiade Terancam Berantakan

Selasa, 24 April 2012 | 18:50 WIB
AA
B
Penulis: Ami Afriatni/ Arsito | Editor: B1
Erick Thohir.
Erick Thohir. (Antara/Samsul)
"Jika Juni (anggaran) baru dicairkan, belum tentu masih ada hotel yang tersedia."

Belum cairnya anggaran dari pemerintah hingga awal pekan ini, mengancam persiapan kontingen Olimpiade Indonesia. Komandan kontingen (Chef de Mission) Erick Thohir mengatakan, telah mengajukan anggaran sebesar Rp26 miliar untuk mempersiapkan kontingen menuju Olimpiade yang akan digelar di London, 27 Juli sampai 12 Agustus mendatang itu.

Jumlah itu di luar komitmen sponsor sebesar Rp10–12 miliar, yang diupayakan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk membantu persiapan kontingen. Erick memohon kepada pemerintah agar pencairan anggaran bisa dilaksanakan paling lambat awal Mei. Pasalnya, semakin lambat anggaran dicairkan, kebutuhan biaya akan kian membengkak.

"Misalnya, hari ini harga hotel 300 poundsterling. Bulan depan sudah bisa 600 poundsterling. Jika Juni baru dicairkan, belum tentu masih ada hotel yang tersedia. Belum lagi harga tiket pesawat yang akan semakin mahal, kalau mau booking dekat-dekat (pelaksanaan). Kalau telat (dicairkan), bisa berantakan total (persiapan kontingen)," ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/4).

Disebutkan, selain untuk akomodasi atlet dan ofisial, anggaran juga dibutuhkan untuk menyiapkan kebutuhan atlet selama di London, seperti sparring partner, akomodasi untuk ekstra-ofisial, serta tim pendukung dan sewa lapangan latihan.

Kontingen Indonesia sendiri, kata Erick, dipastikan akan membawa lebih dari jumlah atlet dan ofisial resmi ke London. Alasannya karena jumlah akreditasi yang dikeluarkan panitia Olimpiade sangat terbatas. Misalnya saja, lima atlet hanya boleh didampingi oleh satu pelatih di wisma atlet (athletes village) nantinya. Sementara tim bulutangkis saja dipastikan akan membawa lebih dari lima pelatih.

"Kita mohon DPR dan pemerintah untuk segera mencairkan, karena atlet kita di sana butuh extra lapangan latihan dan lawan latih tanding. Kan target kita mempertahankan tradisi emas, jadi harus didukung sepenuhnya. Moga-moga birokrasi bisa mendukung," tegas Erick.

Sementara itu, atlet anggar putri, Diah Permatasari, sukses merebut satu tiket ke Olimpiade setelah merebut tempat di tiga besar Kejuaraan Kualifikasi Olimpiade Asia & Oseania (Asian & Oceanic Olympic Qualifiers) di Wakayama, Jepang, pekan lalu. Atlet nomor sable (sabre) putri yang sukses menyumbangkan medali emas di nomor beregu SEA Games 2011 lalu ini, lolos bersama dengan Yulia Zhivitsa dari Kazakhstan dan Sin Ying Au dari Hong Kong.

Dengan demikian, Indonesia sudah memastikan sedikitnya tujuh orang atlet akan berangkat ke London, yaitu dari angkat besi (5), anggar (1) dan panahan (1). Jumlah atlet yang akan lolos dipastikan masih akan bertambah. Empat orang perenang nasional telah mengantongi lima tiket setelah memenuhi kualifikasi limit B. Mereka, yaitu Glenn Victor Susanto, Indra Gunawan, Triady Fauzi dan I Gede Siman Sudartawa, masih harus berjuang memperbaiki catatan waktu untuk masuk ke limit A.

Begitu pula tim bulu tangkis yang masih harus menunggu hasil akhir di India Open Superseries, yang merupakan turnamen terakhir sebelum periode kualifikasi Olimpiade resmi ditutup pada 3 Mei mendatang. Sejauh ini, dari cabang andalan itu, baru ada enam nama yang berpeluang besar aman ke Olimpiade. Mereka adalah pemain tunggal putra Simon Santoso dan Taufik Hidayat, pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/Bona Septano, serta ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara satu tiket lagi berasal dari tunggal putri, namun masih belum diputuskan oleh PB PBSI.

Indonesia juga berpeluang meloloskan seorang judoka-nya ke Olimpiade, yaitu Putu Wiradamungga Adesta. Putu berpeluang tampil di London lewat kuota kontinental (union quota). "Tapi, dia disarankan ikut kualifikasi lagi, agar jatah tiketnya aman," kata Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima), Aslizar Tanjung.

Selain cabang-cabang tersebut, beberapa cabang lainnya pun sementara itu tengah berjuang memperebutkan tiket lebih banyak. Di antaranya adalah cabang atletik, gulat, tinju, panahan, dan angkat besi. Sementara itu cabang voli pantai sudah dipastikan tidak berpeluang ke London.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon