AS Bantah Musuhi Korut
Rabu, 2 Agustus 2017 | 11:33 WIB
Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak mengupayakan perubahan rezim di Korea Utara (Korut). Pada Selasa (1/8), Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menegaskan hal itu di tengah ketegangan program senjata nuklir Pyongyang.
"Kami bukan musuh Anda. Kami bukan ancaman Anda, tapi Anda menunjukkan ancaman yang tidak dapat diterima pada kami dan kami harus meresponsnya," kata Rex Tillerson, seraya menambahkan AS menginginkan dialog untuk sejumlah hal.
Sementara itu, senator senior Republikan mengatakan, Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk berperang dengan Korut sebagai pilihan. Ha itu mencuat setelah Pyongyang mengklaim tes rudal terbarunya bisa mencapai pantai barat AS dan sekitarnya.
"Kami tidak mengupayakan perubahan rezim, kami tidak mendoronng keruntuhan rezim, kami tidak mencari penyatuan kembali semenanjung yang dipercepat, kami tidak mencari alasan untuk mengirim militer ke utara paralel ke-38," kata Tillerson.
Uji coba kedua rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Jumat (28/7), yang dirayakan oleh pemimpin Kim Jong-un, adalah peluncuran terbaru yang dilakukan Korut meskipun bertentangan dengan larangan Perserikatan Bangsa -bangsa (PBB).
Presiden Trump berulang kali mengkritik Tiongkok, yang berbagi perbatasan darat dengan Korea Utara dan merupakan sekutu terdekat ekonominya. Tiongkok dianggap tidak berbuat banyak untuk menghentikan program senjata Pyongyang.
Namun,Tillerson mengambil pendekatan yang lebih diplomatis, dengan mengatakan hanya warga Korut yang harus disalahkan atas situasi ini.
"Tapi, kami yakin Tiongkok memiliki hubungan istimewa dan unik, dengan aktivitas ekonomi yang signifikan, untuk memengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak dapat dilakukan orang lain," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




