AS Bantah Musuhi Korut

Rabu, 2 Agustus 2017 | 11:33 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu 7 Februari 2016, memicu kemarahan intrnasional dan rencana perundigan sistem pertahanan rudal di wilayah semenanjung.
Peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, Minggu 7 Februari 2016, memicu kemarahan intrnasional dan rencana perundigan sistem pertahanan rudal di wilayah semenanjung. (AFP Photo/KCNA VIA KNS)

Washington - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak mengupayakan perubahan rezim di Korea Utara (Korut). Pada Selasa (1/8), Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson menegaskan hal itu di tengah ketegangan program senjata nuklir Pyongyang.

"Kami bukan musuh Anda. Kami bukan ancaman Anda, tapi Anda menunjukkan ancaman yang tidak dapat diterima pada kami dan kami harus meresponsnya," kata Rex Tillerson, seraya menambahkan AS menginginkan dialog untuk sejumlah hal.

Sementara itu, senator senior Republikan mengatakan, Presiden Donald Trump mempertimbangkan untuk berperang dengan Korut sebagai pilihan. Ha itu mencuat setelah Pyongyang mengklaim tes rudal terbarunya bisa mencapai pantai barat AS dan sekitarnya.

"Kami tidak mengupayakan perubahan rezim, kami tidak mendoronng keruntuhan rezim, kami tidak mencari penyatuan kembali semenanjung yang dipercepat, kami tidak mencari alasan untuk mengirim militer ke utara paralel ke-38," kata Tillerson.

Uji coba kedua rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Jumat (28/7), yang dirayakan oleh pemimpin Kim Jong-un, adalah peluncuran terbaru yang dilakukan Korut meskipun bertentangan dengan larangan Perserikatan Bangsa -bangsa (PBB).

Presiden Trump berulang kali mengkritik Tiongkok, yang berbagi perbatasan darat dengan Korea Utara dan merupakan sekutu terdekat ekonominya. Tiongkok dianggap tidak berbuat banyak untuk menghentikan program senjata Pyongyang.

Namun,Tillerson mengambil pendekatan yang lebih diplomatis, dengan mengatakan hanya warga Korut yang harus disalahkan atas situasi ini.

"Tapi, kami yakin Tiongkok memiliki hubungan istimewa dan unik, dengan aktivitas ekonomi yang signifikan, untuk memengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak dapat dilakukan orang lain," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon