Hingga Juni 2017, Pembiayaan Indonesia Eximbank Capai Rp 96,8 Triliun
Kamis, 3 Agustus 2017 | 16:59 WIB
Jakarta - Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat, pembiayaan hingga Juni 2017 sebesar Rp 96,8 triliun. Sedangkan sampai akhir 2017, perusahaan menargetkan pembiayaan sebesar Rp 105 triliun.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan, peningkatan pembiayaan tersebut menopang perolehan aset yang tercatat sebesar Rp 108,6 triliun pada Juni 2017.
"Sampai akhir tahun kami targetkan sebesar Rp 115 triliun," kata Susiwijono di Jakarta, Kamis (3/8).
Sebagai perusahaan yang menangani pembiayaan ekspor, kinerja ekspor-impor sangat menentukan kinerja perusahaan. Susiwijono mengungkapkan, pada tahun 2011, kinerja ekspor mencapai puncaknya. Namun kemudian menurun hingga pada 2016. Memasuki 2017, lanjut dia, harga komoditas menunjukkan tren peningkatan. Diharapkan hal tersebut bisa menopang kinerja ekspor.
"Pada akhir Maret sampai akhir April, terjadi koreksi pada harga komoditas, namun pada Mei dan Juni sudah mencatat kenaikan. Ke depan, harga komoditas diharapkan bisa stabil sehingga bisa menunjang kinerja perusahaan," ungkap dia.
Dari pembiayaan yang disalurkan, sekitar 88,7 persen untuk pembiayaan korporasi dan sekitar 11,22 persen untuk pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM). Khusus untuk pembiayaan UKM, perusahaan memfokuskan pembiayaan pada UKM yang berbasis ekspor (UKME) yang pada Juni 2017 sudah tercatat sekitar Rp 11 triliun.
Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank, Indra Wijaya Supriadi, mengungkapkan, pihaknya menargetkan pembiayaan untuk sektor UKME bertumbuh 50 persen dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 10,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan menambah jumlah UKME yakni mencapai 150 sampai 170 hingga akhir 2017. Adapun size atau skala aset dari perusahaan UKME tersebut adalah Rp 50 miliar sampai Rp 200 miliar.
"Kami juga melakukan sosialisasi melalui business gathering yang dilakukan hari ini agar bisa meningkatkan daya saing pelaku usaha berorientasi ekspor," terang dia.
Dukungan kepada UKME tersebut tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, perusahaan juga akan memberikan penjaminan dan asuransi. Hingga Juni 2017, volume penjaminan dan asuransi Indonesia Eximbank tercatat masing-masing Rp 8,41 triliun dan Rp 9,97 triliun.
"Sampai akhir 2017, kami targetkan volume penjaminan dan asuransi masing-masing sebesar Rp 10 triliun dan Rp 11-12 triliun," papar dia.
Perusahaan juga memberikan dukungan kepada UKM melalui jasa konsultasi atau coaching for new exporter (CNPE). CNPE merupakan program berkelanjutan yang ditujukan bagi rintisan eksportir baru dengan cara melatih dan mempersiapkan UKM melalui sosialiasi, pelatihan, pameran, bimbingan dan kegiatan lainnya. Selama semester I-2017, Indonesia Eximbank sudah melahirkan tiga pelaku UKME baru yang berhasil melakukan ekspor perdana untuk produk furnitur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




