Metland Bidik Pinjaman Perbankan Rp 300 Miliar

Jumat, 11 Agustus 2017 | 07:38 WIB
DK
B
Penulis: Devie Kania | Editor: B1
Rumah Toko Melrose, Metland Menteng, Jakarta.
Rumah Toko Melrose, Metland Menteng, Jakarta. (istimewa)

JAKARTA – PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) berniat mengambil pinjaman perbankan berkisar Rp 300 miliar sebelum akhir tahun ini. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk investasi membiayai investasi properti. Sedangkan dana pembelian lahan diambil dari kas internal.

Direktur Keuangan Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan, perseroan sedang menyiapkan beberapa proyek properti, seperti pembangunan vila dan hotel yang ditawarkan menyerupai kondotel di Ubud. Produk tersebut ditargetkan meluncur pada kuartal IV-2017.

Perseroan nantinya menawarkan perjanjian kerja sama dengan pemilik unit kondotel tersebut dengan tujuan unit yang dibeli tetap bisa dikelola perseroan. "Jadi kami akan menawarkan kerja sama dengan mekanisme sharing fee, kalau pembeli berniat menyewakan propertinya tersebut ke depan," jelasnya di Jakarta, belum lama ini.

Selain pembangunan vila dan hotel di Ubud, dia mengatakan, perseroan memiliki beberapa proyek yang sudah masuk dalam perencanaan ataupun sudah memasukai tahap konstruksi.

Proyek tersebut terdiri atas apartemen Kaliana Transyogi, Kondotel Lampung, Metropolitan Mall Cibitung, dan Apartemen Metland Tambun. Perseroan juga akan meluncurkan produk properti baru di Metland Puri dengan skema joint operation (JO) dengan Keppel Land.

"Proyek lain yang bakal digarap perseroan terdiri atas produk One Parc Puri. Proyek tersebut dikembangkan lewat kerja sama dengan Ascendas Singbridge Singapura. Kami telah membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV)," papar dia.

Terkait belanja modal, dia mengatakan, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expendicture/capex) sebesar Rp 540 miliar tahun ini. Dana sekitar Rp 190 miliar telah diserap untuk membeli lahan seluas 100 hektare (Ha). Nilai pembelian lahan tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan semula hanya Rp 160 miliar.

"Perseroan menambah luas lahan di Ubud, Bali ditambah pembelian lahan di wilayah lain pada Mei-Juli 2017," ujar Olivia.

Marketing Sales
Sampai akhir Juli 2017, Metropolitan Land telah membukukan marketing sales sebesar Rp 724 miliar atau turun sekitar 8,82% dari periode sama tahun lalu mencapai Rp 794 miliar.

"Kalau penjualan kepada Ascendas Singbridge Singapura dikeluarkan, marketing sales perseroan pada semester I-2017 hanya Rp 599 miliar. Jadi kalau berbanding Juli 2017, marketing sales kami masih naik sekitar 20%," jelas dia.

Hingga kini Metropolitan Land optimistis dapat membukukan total pra penjualan baru sekitar Rp 1,5 triliun pada akhir 2017. "Tahun lalu kami membukukan marketing sales kisaran Rp 1,5 triliun, tapi dengan catatan ada one time off yang senilai Rp 195 miliar," ungkap Olivia. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon