Sekda DKI: Tidak Ada PNS yang Berlari ke Kantor

Jumat, 11 Agustus 2017 | 13:55 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Sekda DKI Jakarta Saefullah
Sekda DKI Jakarta Saefullah (Istimewa)

Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah mengatakan sebagian besar pegawai negeri sipil (PNS) DKI menggunakan bus karyawan untuk pergi dan pulang dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

Mereka diimbau untuk tetap menggunakan bus karyawan daripada kendaraan pribadi. Dengan begitu, PNS DKI bisa menjadi bagian untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta.

"Saya rasa kita punya bus karyawan ya. Itu digunakan di beberapa titik. Mulai dari Tangerang, Depok, itu di wilayah Selatan. Di Timurnya di Bekasi. Ini dalam rangka memudahkan pegawai Korpri bekerja sekaligus membantu mengurangi padatnya lalu lintas di Jakarta," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (11/8).

Ketika ditanya jumlah PNS DKI yang menggunakan bus karyawan atau angkutan umum, Saefullah mengungkapkan saat ini pihaknya belum mendapatkan angka yang riil.

Namun pastinya, sudah sebagian besar PNS yang menggunakan bus karyawan atau angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Untuk saat ini, bus karyawan yang melayani PNS di Balai Kota DKI, ada sebanyak 21 unit. Belum bus-bus karyawan yang ada di tingkat kotamadya.

"Mereka kebanyakan menggunakan bus besama-sama. Jadi angkanya memang belum ada. Tapi yang jelas, enggak ada yang berlari sampai sini. Semuanya naik kendaraan," ujarnya.

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini justru merasa prihatin dengan fenomena banyaknya kendaraan pribadi di Jakarta yang mengangkut penumpang hanya satu atau dua orang saja.

"Ini yang sedang kita bahas mau seperti apa. Kalau hanya satu atau dua orang di mobil kijang, itu kan sayang. Memakan ruang jalan. Harusnya kita naik bus saja ya," tuturnya.

Karena, pada siang hari atau jam-jam tidak sibuk, bus Transjakarta terlihat kosong atau sepi penumpang. Padahal, ada atau tidak ada penumpang, bus tersebut dibayar dengan sistem rupiah per kilometer.

"Saya sedih juga, kosong begitu lho. Kan sayang. Kita bayar rupiah per kilometer, kalau kosong kan sayang. Nah ini saya minta masyarakat bisa memanfaatkan. Terutama koridor-koridor yang memang sudah steril ya. Saya minta gunakan transportasi massal," ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon