Jika Najwa Shihab Jadi Mensos, Jokowi Untung di Pilpres 2019

Senin, 14 Agustus 2017 | 18:30 WIB
YP
JS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: JAS
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono (kiri) menerima buku Catatan Najwa dari Duta Baca Najwa Shihab disela acara membuka Bedah Buku Catatan Najwa sekaligus meluncurkan PUPR TV dan Akun Resmi Media Sosial Kementerian PUPR di Jakarta, Senin, 3 April 2017.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono (kiri) menerima buku Catatan Najwa dari Duta Baca Najwa Shihab disela acara membuka Bedah Buku Catatan Najwa sekaligus meluncurkan PUPR TV dan Akun Resmi Media Sosial Kementerian PUPR di Jakarta, Senin, 3 April 2017. (Beritasatu Photo / Uthan A Rachim/Uthan A Rachim)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, mantan jurnalis Metro TV Najwa Shihab cocok menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos). Menurut Ujang, jika hal itu terjadi Joko Widodo (Jokowi) bakal untung pada Pilpres 2019 mendatang.

"Keuntungannya, Najwa bisa menjadi jembatan komunikasi Jokowi dengan masyarakat. Karena Menteri Sosial ini kan kebijakannya banyak bersentuhan dengan masyarakat kelas bawah atau masyarakat miskin," kata Ujang di Jakarta, Senin (14/8).

Dengan demikian, lanjut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini, Najwa bisa mempromosikan Jokowi sebagai capres ideal pada 2019 nanti.

Sebagaimana diketahui, Najwa Shihab telah resmi mundur dari Metro TV dan acara Mata Najwa yang membuatnya terkenal karena ingin fokus pada dunia literasi. Pada saat yang sama, wacana reshuffle kabinet Jokowi-JK semakin mencuat lagi.

Selain itu, Najwa Shihab pun disebut-sebut akan mengisi kabinet Jokowi-JK pada reshuffle kabinet jilid III tersebut dan mengisi posisi sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan fokus mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Ujang mengatakan, Najwa Shihab merupakan sosok perempuan yang sukses di pentas nasional dan menjadi Duta Baca Indonesia.

"Anak seorang mantan Menteri Agama Quraish Shihab. Jadi secara trah politik sudah ada historisnya. Sosok perempuan yang cerdas, santun, dan juga kritis," kata Ujang.

Selain itu juga, lanjut dia, tentu Najwa Shihab bisa saja didukung oleh NasDem, karena selama ini Najwa bekerja di Metro TV yang notabene sangat dekat dengan partai yang dipimpin Surya Paloh itu.

"Namun, keputusan akhirnya tetap ada di tangan Presiden Jokowi. Karena, perombakan kabinet itu adalah hak prerogatif beliau," papar Ujang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon