6 Desainer Indonesia Akan Tampil di New York Fashion Week
Selasa, 22 Agustus 2017 | 15:34 WIBJakarta - Mendapat kesempatan tampil di ajang pekan mode New York Fashion Week (NYFW) merupakan impian bagi kalangan perancang busana. Kesempatan emas ini, datang kepada enam desainer Indonesia, untuk mengenalkan koleksinya di ajang prestisius tersebut. Adapun desainer yang akan tampil dalam NYFW adalah Dian Pelangi, Barli Asmara, Catherine Njoo, Melia Wijaya, Vivi Zubedi, Doris Dorothea.
Mereka akan berangkat menuju panggung New York Fashion Week (NYFW): First Stage Spring Summer 2018. Keenam desainer tersebut dipilih oleh International Management Group (IMG), selaku penyelenggara New York Fashion Week.
Bertajuk Indonesia Diversity, keenam desainer tersebut akan tampil pada 7 September 2017 mendatang. Dalam ajang tersebut, para model yang membawakan koleksi terbaru para desainer akan menggunakan kosmetik lokal, Wardah Beauty.
CEO Indonesia Fashion Gallery (IFG), Teti Nurhayati, mengatakan, keenam desainer terpilih tersebut memiliki selera fesyen yang apik dan orisinal. Tidak hanya itu, para desainer tersebut juga memiliki prestasi yang cukup membanggakan.
"Awalnya kita memiliki 16 kandidat, setelah dikurasi enam desainer terpilih ini adalah mereka yang memiliki prestasi dan karya yang luar biasa. Pada panggung tersebut kami mengangkat Indonesia Diversity dan akan ada banyak keberagaman dari Indonesia yang ditampilkan setiap desainer," ujar Teti saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Senin (21/8).
Wanita yang menjembatani para desainer untuk memasuki pasar Amerika ini menuturkan, keenam desainer akan tampil pada acara pembukaaan NYFW di The Dream Down Town. Menariknya, tidak hanya busana, Doris Dorothea yang merupakan merek tas premium asal Indonesia juga akan mewarnai slot Indonesia Diversity dan berkolaborasi dengan para desainer.
Sementara untuk detail koleksi yang ditampilkan Dian Pelangi, yakni koleksi hijab yang menggunakan batik dengan desain yang lebih modern ala New York City. Menurutnya, seorang desainer harus mengetahui bahwa perpaduan dua budaya sangat penting, ketika ingin unjuk gigi di negeri orang.
"Kali ini saya menampilkan akulturasi budaya. Karena pada dasarnya orang di sana akan senang melihat budayanya ikut ditampilkan. Saya terinspirasi oleh kehidupan New York yang aktif dan dinamis. Oleh karenanya, saya tetap menggunakan kain tenun, batik, songket dan tie die bermotif kontemporer," jelas wanita kelahiran Palembang ini.
Kemudian, Barli Asmara akan mengambil inspirasi zaman Victorian dalam koleksi ready-to-wear deluxe yang bernuansa putih. Sebanyak 13 koleksi Barli ini dibuat dengan cara yang sangat detail. Dirinya menggabungkan beberapa teknik jahit serta cutting yang modern, namun dengan gaya pakaian wanita bangsawan.
Kemudian, Vivi Zubedi akan memperkenalkan abaya yang menjunjung kaidah Islam dalam berbusana. Dengan konflik Muslim Bent yang terjadi di Amerika membuat keberaniannya bangkit dan mengusung judul Mekkah, Medinah, Jannah.
"Pesan yang disampaikan dengan pakaian ini, adalah Bhineka Tunggal Ika. Orang Amerika terkenal dengan menolak skintone racism. Saya juga ingin hal itu berlaku untuk semuanya termasuk agama. Seperti koleksi ini, tampil indah dengan perpaduan batik, songket dan pakaian khas Timur Tengah (Abaya)," ungkapnya.
Catherine Njoo memboyong Batik Indonesia. Dengan nuansa hitam dan emas, batik Prada asal Bali dikemas dengan apik dan elegan. Catherine berkolaborasi dengan G Liem untuk aksesori dengan menciptakan motif bunga kamboja dari bahan logam.
Sementara Melia Wijaya akan mengangkat tema Sawung Galing yang mentransformasikan motif batik ayam menjadi motif sulam. Menggunakan teknik bordir di setiap motifnya, hingga tampil lebih modern dan memukau.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




