Rayakan Pernikahan Emas, JK Buat Puisi untuk Mufidah
Jumat, 25 Agustus 2017 | 17:28 WIB
Jakarta - Sebuah puisi hadiah pernikahan akan dipersembahkan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) kepada istri yang setia mendampinginya selama 50 tahun, Mufidah Jusuf Kalla.
Suatu hal yang nampak sederhana tetapi sangat bermakna bagi JK. Sebab, selama 75 tahun hidupnya baru satu puisi yang pernah dibuatnya, yaitu puisi teruntuk Ambon, salah satu kota yang terletak di timur Indonesia.
"Seumur-umur ini sajak kedua yang saya bikin, pertama 'Untuk Ambon'. Jadi justru tengah malam itu saya buat di pesawat, itu cuma lima belas menit. Kalau ini agak lama sedikit," kata JK, Jumat (25/8).
Hanya saja, ia masih enggan membocorkan sajak yang diakuinya dihasilkan dari proses berpikir dan merangkai kata menjadi kalimat indah selama dua jam tersebut.
Puisi kedua yang belum diketahui judul atau isinya tersebut, akan dihadiahkannya memperingati hari jadi pernikahan ke-50 yang jatuh pada tanggal 27 Agustus, lusa.
Jusuf Kalla dan Mufidah Miad Saad menikah pada 27 Agustus 1967. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai lima orang anak, Muchlisa Kalla, Solichin Kalla, Muswira Kalla, Chaerani Kalla, dan Imelda Kalla.
Terkait puisi, JK memang diketahui penah membuat puisi "Untuk Ambon" yang dikatakannya sebagai puisi pertama dan terakhirnya.
Berikut penggalan puisi Ambonku, Ambon Kita Semua
Empat ratus tahun lalu dunia mencarimu. Dunia ingin hidup nyaman darimu.
Karena engkau adalah sumber keharuman.
Pala, fuli dan cengkeh dambaan mereka.
Karena itu dari jauh mereka datang padamu.
Lima tahun lalu engkau terkoyang.
Bangsa ini sangat tersayat dan dunia ikut tersentak.
Karena deritamu derita bangsa juga.
Kesulitanmu kesulitan kita semua. Ale rasa beta rasa.
Hari ini engkau bangun dengan senyum simpul. Bangsa juga turut tersenyum.
Kita semua lega dan berbesar hati. Kalau engkau senang kami bahagia.
Ale senang beta senang
Waktunya membangunan negeri ini.
Dengan semangat Pattimura yang perkasa itu.
Lupakan segala pedang dan batu itu.
Berikan kembali pena dan buku kepada Nyong Ambon.
Petik kembali cengkeh dan pancing kembali ikan...
Tabuh kembali tifa dan petika kembali gitar itu.
Nyanyikan kembali ole sio sambil bertari lenso.
Dengan senyum bunyi tifa, gitar dan nyanyianmu...
Dunia akan lega, bangsa akan bangga.
Karena sumber keharuman dan kehidupan...
Akan bangkit kembali dari ufuk timur Ambonku, ambon kita semua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




