Giliran Warga Arab Laporkan Bos First Travel

Jumat, 25 Agustus 2017 | 20:42 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Bos First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan beserta adiknya Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan dipertontonkan polisi ke publik, Selasa (22/8).
Bos First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan beserta adiknya Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan dipertontonkan polisi ke publik, Selasa (22/8). (beritasatu tv)

Jakarta - Korban kejahatan Dirut PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel yang dilakukan Andika Surachman (32) cs semakin tidak sabar.

Setelah calon jemaah telah ramai-ramai melapor kini giliran rekanan mereka yang datang melapor ke Bareskrim Polri. Kini bahkan korban mereka dari Arab yang datang melapor.

Dia adalah Ahmed Saber, pemilik hotel Dyar Al-Manasik. Dia melapor karena hutang sebesar Rp 24 miliar yang dilakukan oleh direktur first travel belum dibayar.

"Pada awalnya, sebelum mengadakan kontrak, dia mengatakan bahwa pembayaran kamar hotel akan lancar karena uang yang akan digunakan untuk membayar kamar hotel tersebut sudah berada di rekening first travel," kata Turaji, pengacara korban, di Bareskrim, Jumat (25/8).

Memang, Turaji melanjutkan, pada awalnya, khususnya sampai awal tahun 2017, pembayaran itu lancar tanpa ada tunggakan sama sekali. Tetapi begitu bulan Maret tahun 2017 tunggakan kian banyak hingga pada akhirnya per 7 Juli 2017 tunggakannya masih setara Rp 24 miliar.

"Tunggakan itu untuk pembayaran kamar dan catering. Kerjasammanya sejak bulan Februari 2015 sampai sekarang sebenarnya tak masalah. Tapi masalahnya sejak Maret. Dalihnya karena memang punya masalah internal di Jakarta," urainya.

Namun kliennya belum tahu masalah internal apa yang dimaksud. Untuk itu kliennya pun terbang ke Jakarta untuk mengetahui persoalan yang ada. Kliennya itu terbang setelah Ramadan kemarin.

"Datang karena ditagih nggak kunjung dibayar, kemudian dia nelpon dihindari terus hingga pada akhirnya harus datang ke kantor dan rumah yang bersangkutan. Kerjasamanya sebenarnya cukup banyak yakni 16 juta riyal, itu sudah dibayar sebagian dan sisa 6,9 juta riyal atau senilai Rp 24 miliar itu," paparnya.

Uang sebanyak itu digunakan untuk sewa hotel bintang empat dan lima di Mekah dan Madinah yang merupakan milik atau dikelola kliennya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon