Kasus Molotov di Kedubes Myanmar, Polisi Periksa 6 Saksi
Minggu, 3 September 2017 | 17:42 WIB
Jakarta - Polisi masih menyelidiki siapa pelaku pelemparan molotov di Kedutaan Besar Myanmar, Jalan KH. Agus Salim No. 109, Menteng, Jakarta Pusat, dini hari tadi.
"Pelaku belum diketahui masih diselidiki. Sedang kita dalami, kita belum tahu persis apakah pelaku menggunakan mobil atau tidak. Tapi, semua informasi kita terima ya, kita kembangkan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (3/9).
Dikatakannya, orang tak dikenal melemparkan molotov itu sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi.
"Ada orang tak dikenal melemparkan suatu benda atau barang di Kedutaan Besar Myanmar. Jadi setelah dicek oleh anggota kepolisian yang jaga, ternyata ada botol, ada sumbunya, ada minyaknya. Jadi dilempar di teras dan menyala, kemudian dimatikan sama anggota," ungkapnya.
Ia menyampaikan, anggota kemudian melaporkan peritiwa itu ke Polsek Menteng. Selanjutnya, penyidik Polsek Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, Inafis, dan Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita olah TKP di sana, kita cek bagaimana apakah kira-kira ada barang bukti lain selain bom molotov itu. Tentunya kita mencari dengan metode induktif di situ ya. Saksi sudah ada enam orang yang kami mintai keterangan. Sampai saat ini, kita masih dalam penyelidikan," katanya.
Menyoal apakah polisi telah memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV, Argo menyampaikan, tentu CCTV diperiksa. "Ya itu teknis dari kepolisian," ucapnya.
Ihwal apakah pelemparan ini merupakan bentuk teror terkait tragedi kemanusiaan di Rohingya, Argo belum bisa memastikannya. "Tentunya ini menjadi bahan analisa kepolisian apakah ada kaitannya dengan kasus di Rohingya," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




