Asparindo Harap Revitalisasi Pasar di Daerah Gandeng Swasta

Rabu, 6 September 2017 | 13:50 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Suasana rapat kerja PD Pasar Jaya dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) membahas pembangunan pasar di daerah, Rabu 6 September 2017.
Suasana rapat kerja PD Pasar Jaya dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) membahas pembangunan pasar di daerah, Rabu 6 September 2017. (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) mendorong pemerintah untuk menggandeng swasta dalam pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional di daerah yang dinilai masih lambat. Hal itu disampaikan Asparindo saat rapat kerja dan dialog bersama PD Pasar Jaya dan pemangku kepentingan dengan tema "Percepatan Pembangunan Pasar di Daerah Terpencil dan Perbatasan", Rabu (6/9).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asparindo, Y. Joko Setiyanto mengatakan tantangan yang dihadapi pasar tradisional sangat besar. Untuk itu, Asparindo mendorong pembenahan manajemen pasar. "Kami ingin pemerintah menggandeng pihak ketiga dalam hal ini swasta untuk melakukan pembangunan pasar di daerah. Ini penting karena dapat menumbuhkan ekonomi daerah dan menyerap tenaga kerja," ujar Joko di Kantor PD Pasar Jaya, Cikini, Jakarta.

Ia mengatakan, PD Pasar Jaya merupakan salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) profesional yang mengelola pasar tradisional di Ibu Kota dalam kurun 5 tahun terakhir, meski diwarnai sejumlah persoalan. "Kita ingin pembangunan pasar tradisional di daerah juga digenjot menyeimbangkan seperti di Jakarta. Masalah aspek keamanan produk harus ada standar kesehatan. Ini bekerja sama dengan Badan POM (Pengawasan Obat Makanan)," tuturnya.

Menurut dia, percepatan pembangunan pasar tradisional dan kualitas manajemen pasar di daerah sangat penting di tengah persaingan dengan pasar swalayan modern maupun e-commerce. "KPPU (Komisi Perlindungan Persaingan Usaha) wajib menjadi wasit yang netral dalam melihat kondisi usaha pasar di Indonesia. Terakhir kami berkomunikasi dengan pemerintah menyediakan Rp 150 triliun untuk pembangunan 5.000 pasar kelas B," katanya.

Sementara Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan pihaknya berbagi informasi dengan pihak asosiasi agar bisa mengelola pasar secara profesional di daerah. "Inovasi dengan kualitas tinggi baik produk dan layanan membuat konsumen pasar tradisional semakin bertambah dan bertahan dari persaingan yang semakin ketat," kata Arief.

Menurut dia, pasar tradisional merupakan bagian solo guru ekonomi nasional karena melibatkan pekerja informal besar yang mayoritas pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon