Petani Pekalongan Nekat Tanam Padi Meski Kemarau

Minggu, 10 September 2017 | 13:45 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Ilustrasi sawah
Ilustrasi sawah (Antara)

Pekalongan - Para petani di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tetap nekat menanam padi meski saat ini sedang memasuki musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pekalongan, Siswanto di Pekalongan, Minggu (10/9), mengatakan bahwa saat ini banyak petani setempat yang membandel melanggar pola tanam sehingga bisa merugikan mereka karena tanaman padi akan puso akibat kekurangan air.

"Setiap musim kemarau masih dijumpai adanya petani yang nekat menanam padi meski risiko gagal panen relatif cukup tinggi karena tanaman akan puso akibat kekurangan air," katanya.

Kendati demikian, kata dia, Pemkab Pekalongan akan melakukan pembinaan dan pengawalan pada petani yang sudah terlanjur menanam padi pada saat musim kemarau agar tidak terancam merugi.

"Adapun, bagi petani yang belum melakukan tanam padi akan kami berikan informasi tentang iklim dan cuaca yang cenderung masih kering dan risiko menanam padi pada kondisi musim kemarau. Saat ini sudah ada sekitar 10 hektare lahan yang sudah ditanam padi di luar musim tanam," katanya.

Seorang petani Desa Kesesi, Waryono mengatakan dia dan teman-temannya dan sudah mengetahui risiko menanam tanaman padi pada saat musim kemarau, yaitu kesulitan mendapatkan air.

Kendati demikian, kata dia, para petani menyiasati bisa mendapatkan air untuk tanaman padi, yaitu menyewa mesin penyedot air.

"Sebenarnya, aliran air di sungai di Kecamatan Kesesi masih cukup lancar sehingga kami menyiasati mengambil air untuk tanaman padi dengan menyedot air dari sungai itu," katanya.

Ia mengatakan menanam tanaman padi musim kemarau juga berpengaruh terhadap membengkaknya biaya tanam karena petani harus menyewa mesin diesel penyedot air.

"Oleh karena, kami tetap nekat menanam padi meski saat ini sedang musim kemarau. Hanya saja, kami perlu menanam biaya operasional tanam karena harus menyewa mesin penyedot air," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon