Ratusan Jemaat Kristen Beribadah di Depan Istana Negara
Minggu, 29 April 2012 | 16:55 WIB
Ke mana lagi kami ibadah bila tidak ke depan istana ini? Sebab gereja kami dirampas oleh pemda.
Paling kurang 150 jemaat dari gereja GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia beribadah di depan Istana Negara Jakarta, siang ini. Ibadah mereka didukung oleh kelompok lintas iman yang menaruh perhatian dan kekhawatiran runtuhnya supremasi hukum di Indonesia. Aktivitas beribadah di sini karena dua gereja itu digembok oleh wali kota Bogor dan bupati Bekasi.
"Pemerintah pusat punya kewenangan penuh mengkoreksi tindakan atau kebijakan pemda yang melawan hukum, apalagi konstitusi. Tidak ada alasan pemerintah pusat berkelit dan tidak mau menindak pemda yang bermasalah. Perda yang melibatkan DPRD bisa dicabut, apalagi SK wali kota atau bupati?" gugat Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging kepada Beritasatu.com hari ini.
Dalam pernyataan tertulis, Bona mengutip pesan Jeirry Sumampow mewakili Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menyatakan dua gereja itu tidak bisa dipakai karena ada kecenderungan rongrongan pada institusi nasional oleh pemerintah daerah.
"Bila hal ini terus terjadi mengancam kelompok yang dianggap minoritas di Indonesia, bukan hanya GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia," ingat Jeirry
Pendeta Celcius Bogar, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat di Bogor berpesan kepada jemaat GKI Yasmin maupun HKBP Filadelfia untuk bersetia, berteguh, dalam perjuangan damai untuk kebenaran.
"Kita memiliki hak yang sama dinegara ini. Tegakkanlah kebenaran. Setialah, bersama-sama semua kawan lintas iman yang peduli pada Indonesia,” ajaknya dihadapan jemaat.
Jemaat dari dua gereja itu berencana kembali beribadah di depan Istana Negara Jakarta dua minggu mendatang bila diskriminasi pada salah satu atau kedua gereja terus berlanjut.
"Ke mana lagi kami ibadah bila tidak ke depan istana ini? Sebab gereja kami masing-masing dirampas oleh pemda di kota dan kabupaten kami masing-masing. Semoga Presiden segera bertindak sesuai hukum dan konstitusi,” kata Palti Panjaitan, Pendeta Jemaat HKBP Filadelfia.
Paling kurang 150 jemaat dari gereja GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia beribadah di depan Istana Negara Jakarta, siang ini. Ibadah mereka didukung oleh kelompok lintas iman yang menaruh perhatian dan kekhawatiran runtuhnya supremasi hukum di Indonesia. Aktivitas beribadah di sini karena dua gereja itu digembok oleh wali kota Bogor dan bupati Bekasi.
"Pemerintah pusat punya kewenangan penuh mengkoreksi tindakan atau kebijakan pemda yang melawan hukum, apalagi konstitusi. Tidak ada alasan pemerintah pusat berkelit dan tidak mau menindak pemda yang bermasalah. Perda yang melibatkan DPRD bisa dicabut, apalagi SK wali kota atau bupati?" gugat Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging kepada Beritasatu.com hari ini.
Dalam pernyataan tertulis, Bona mengutip pesan Jeirry Sumampow mewakili Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia menyatakan dua gereja itu tidak bisa dipakai karena ada kecenderungan rongrongan pada institusi nasional oleh pemerintah daerah.
"Bila hal ini terus terjadi mengancam kelompok yang dianggap minoritas di Indonesia, bukan hanya GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia," ingat Jeirry
Pendeta Celcius Bogar, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat di Bogor berpesan kepada jemaat GKI Yasmin maupun HKBP Filadelfia untuk bersetia, berteguh, dalam perjuangan damai untuk kebenaran.
"Kita memiliki hak yang sama dinegara ini. Tegakkanlah kebenaran. Setialah, bersama-sama semua kawan lintas iman yang peduli pada Indonesia,” ajaknya dihadapan jemaat.
Jemaat dari dua gereja itu berencana kembali beribadah di depan Istana Negara Jakarta dua minggu mendatang bila diskriminasi pada salah satu atau kedua gereja terus berlanjut.
"Ke mana lagi kami ibadah bila tidak ke depan istana ini? Sebab gereja kami masing-masing dirampas oleh pemda di kota dan kabupaten kami masing-masing. Semoga Presiden segera bertindak sesuai hukum dan konstitusi,” kata Palti Panjaitan, Pendeta Jemaat HKBP Filadelfia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




