BNN DIY Antisipasi Peredaran PCC dan Flakka

Sabtu, 16 September 2017 | 11:07 WIB
FE
FB
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: FMB
Ilustrasi obat palsu.
Ilustrasi obat palsu. (Antara)

Yogyakarta - Meski belum ditemukan narkoba jenis Flakka maupun Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) di wilayah Yogyakarta, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, AKBP Mujiyana, mengatakan BNNP DIY tetap akan melakukan pengawasan dan penelusuran terhadap narkoba jenis Flakka maupun PCC seperti yang terungkap di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Yang pasti, sasaran utamanya adalah sekolah-sekolah. Untuk itu, setiap saat harus ada pemantauan ketat, karena jalur masuknya dari makanan yang diberikan secara cuma-cuma. " ujarnya Jumat (15/9).

Dikatakan, angka prevalensi narkoba atau pengguna narkoba di DIY mencapai angka sekitar 66.000 lebih, dengan latar pengguna bermacam-macam, baik dari lingkup mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pekerja swasta.

"Hasil penelitian terbaru 2016 pengguna narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa Yogyakarta menempati posisi pertama nasional," katanya.

Untuk menurunkan angka prevalensi, ia mengatakan tidak bisa hanya mengandalkan BNNP DIY atau kepolisian, namun butuh keterlibatan semua pihak.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi juga mengakui belum pernah mengungkap kasus narkoba jenis PCC. Namun justru psikotropika jenis campet, riklona, alganak, yarindu, dan alprazolam. Jenis obat-obatan tersebut merupakan obat yang mudah ditemui di apotek, dan harus ditebus melalui resep dokter.

"Ada tersangka yang membeli pakai nama banyak orang untuk beli pil kemudian dijual lagi," katanya.

Sedang Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DIY I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan peredaran obat PCC tersebut sebenarnya ilegal. Sebab obat jenis tersebut belum terdaftar di BPOM.

Masyarakat harus lebih waspada, karena korban penyalahgunaan obat PCC di Kendari, Sulawesi Tenggara semuanya masih berstatus pelajar atau anak-anak.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon