Berbahaya, BNN: Mayoritas Pemakai Pil PCC Usia Remaja
Rabu, 20 September 2017 | 18:54 WIB
Depok - Satresnarkoba Polresta Depok dan Tim Brantas BNN Kota Depok menggerebek Toko Obat dan Kosmetik berinisial A di Pekapuran, Babakan Sukatani, Kota Depok, Jawa Barat. Dari toko tersebut polisi berhasil mengamankan belasan ribu obat-obatan keras dan terlarang, termasuk pil PCC.
Pembeli obat-obatan keras tersebut kebanyakan masih usia remaja, dan membeli dengan harga yang sangat murah.
"Saat kami interview mereka (pemakai), mereka mengonsumsi 3, 4, lalu 5 butir pil dan seterusnya sehingga menjadi overdosis dan dampaknya akan kejang kejang, dan sampai level tertentu berusaha bunuh diri," kata Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahya Sari, di Mapolresta Depok, Rabu (20/9).
Menurut dia, untuk 1 plastik berisi 10 butir pil PCC hanya dijual seharga Rp10 ribu.
"Satu bungkus plastik berisi 10 butir pil itu bisa sekali dua kali minum. Bayangkan kalau diminum berhari hari dengan dosis yang terus meningkat, itu yang berbahaya," jelas Hesti.
Sementara itu, Kasat Reserse Narkoba Polresta Depok, Kompol Malvino Sitohang menerangkan bahwa ada 7 jenis obat yang berhasil disita dari toko obat di Pekapuran, Babakan Sukatani, Kota Depok. Selain menyita sejumlah obat-obatan, polisi juga mengamankan 17 orang dan menyita uang senilai Rp235 ribu.
Ia menjelaskan, 17 orang yang diamankan tersebut yaitu 15 orang pembeli remaja, 2 orang penjaga toko dan 1 orang adalah pemilik toko.
Dari pengkuan pemilik toko obat berinisial AW alias P, dirinya baru mengedarkan obat-obatan tersebut selama 3 bulan dan mempunyai 3 unit toko obat di daerah Pal Cimanggis, Pekapuran, dan Harjamukti.
Pemilik toko obat juga mengakui mendapat obat-obatan tersebut dari seorang penjual freelance di Jalan Pramuka Jakarta Timur atas inisial A dengan sistem laku bayar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




