Diah Permatasari Lolos ke Olimpiade London
Senin, 30 April 2012 | 19:18 WIB
Diah mengakhiri absennya atlet anggar putri Indonesia sejak Silvia Kristina di Olimpiade Seoul 1988.
Diah Permatasari tidak pernah menyangka dirinya akan mewakili Indonesia di Olimpiade yang akan digelar di London nanti. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu tujuh tahun saja sejak dia mengenal olahraga anggar, dirinya berhasil memenangkan tiket menuju pesta olahraga empat tahunan terbesar di dunia itu lewat nomor andalannya, sable (sabre) putri.
Sukses atlet berusia 22 tahun itu diraih ketika dirinya mengikuti kejuaraan prakualifikasi Olimpiade zona Asia/Oseania di Wakayama, Jepang, 20-21 April lalu.
Pada kejuaraan yang diikuti 13 peserta negara-negara Asia, dirinya keluar sebagai tiga peserta terbaik dari bersama dengan Yuliya Zhivitsa dari Kazakhstan dan Sin Ying Au dari Hong Kong. Dengan demikian, ketiganya berhak tampil di London nanti.
“Saya tidak menyangka bisa dapat tiket. Waktu itu saya main lepas saja dan optimistis,” ujar putri tunggal pasangan Sayedi dan Saha ini.
Diah sendiri pertama kali mengenal anggar sejak tahun 2005 di mana pada tahun yang sama dia keluar sebagai juara pertama kadet putri di Kejuaraan Nasional. Di tingkat internasional, Diah keluar sebagai peraih perak di kejuaraan Singapore Open tahun 2008.
Penampilan pertamanya membela negara di even olahraga multicabang yaitu saat di SEA Games tahun lalu, di mana dia meraih perak di nomor sabel perorangan dan emas di beregu.
Dengan tampil di London, Diah mengakhiri absennya atlet anggar putri Indonesia sejak mantan pemain nasional, Silvia Kristina, tampil di Olimpiade Seoul 1988.
Saat itu Silvia, yang kini aktif di kepengurusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (PRIMA), mampu bertahan di babak penyisihan saja.
“Lolosnya Diah ke Olimpiade memberikan secercah harapan bagi tim anggar Indonesia. Setelah sekian lama, akhirnya ada wakil Indonesia yang bisa tampil di Olimpiade. Saya bangga,” ujar Silvia.
Kebanggaan itu juga dirasakan oleh Diah. “Saya bangga bisa mempersembahkan tiket ke Olimpiade untuk Indonesia,” ujar dia.
Dengan tiket di tangan, Diah mengaku cukup berlatih di Surabaya saja sebagai bagian dari persiapan Olimpiade dan juga Pekan Olahraga Nasional tahun ini.
Dia juga belum tahu apakah akan berangkat uji coba ke luar negeri sebelum Olimpiade nanti. “Saya akan memberikan yang terbaik di London nanti,” tutup Diah.
Diah Permatasari tidak pernah menyangka dirinya akan mewakili Indonesia di Olimpiade yang akan digelar di London nanti. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu tujuh tahun saja sejak dia mengenal olahraga anggar, dirinya berhasil memenangkan tiket menuju pesta olahraga empat tahunan terbesar di dunia itu lewat nomor andalannya, sable (sabre) putri.
Sukses atlet berusia 22 tahun itu diraih ketika dirinya mengikuti kejuaraan prakualifikasi Olimpiade zona Asia/Oseania di Wakayama, Jepang, 20-21 April lalu.
Pada kejuaraan yang diikuti 13 peserta negara-negara Asia, dirinya keluar sebagai tiga peserta terbaik dari bersama dengan Yuliya Zhivitsa dari Kazakhstan dan Sin Ying Au dari Hong Kong. Dengan demikian, ketiganya berhak tampil di London nanti.
“Saya tidak menyangka bisa dapat tiket. Waktu itu saya main lepas saja dan optimistis,” ujar putri tunggal pasangan Sayedi dan Saha ini.
Diah sendiri pertama kali mengenal anggar sejak tahun 2005 di mana pada tahun yang sama dia keluar sebagai juara pertama kadet putri di Kejuaraan Nasional. Di tingkat internasional, Diah keluar sebagai peraih perak di kejuaraan Singapore Open tahun 2008.
Penampilan pertamanya membela negara di even olahraga multicabang yaitu saat di SEA Games tahun lalu, di mana dia meraih perak di nomor sabel perorangan dan emas di beregu.
Dengan tampil di London, Diah mengakhiri absennya atlet anggar putri Indonesia sejak mantan pemain nasional, Silvia Kristina, tampil di Olimpiade Seoul 1988.
Saat itu Silvia, yang kini aktif di kepengurusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (PRIMA), mampu bertahan di babak penyisihan saja.
“Lolosnya Diah ke Olimpiade memberikan secercah harapan bagi tim anggar Indonesia. Setelah sekian lama, akhirnya ada wakil Indonesia yang bisa tampil di Olimpiade. Saya bangga,” ujar Silvia.
Kebanggaan itu juga dirasakan oleh Diah. “Saya bangga bisa mempersembahkan tiket ke Olimpiade untuk Indonesia,” ujar dia.
Dengan tiket di tangan, Diah mengaku cukup berlatih di Surabaya saja sebagai bagian dari persiapan Olimpiade dan juga Pekan Olahraga Nasional tahun ini.
Dia juga belum tahu apakah akan berangkat uji coba ke luar negeri sebelum Olimpiade nanti. “Saya akan memberikan yang terbaik di London nanti,” tutup Diah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Gencatan Senjata AS-Iran Buntu, Teheran Tolak Dialog
INTERNASIONAL
Macron Ajak Dunia Lepas dari AS, NATO Terancam Retak!
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh




