Pigeon Satukan Batik dan Botol Susu
Jumat, 29 September 2017 | 07:03 WIB
Jakarta - Pemberian air susu ibu (ASI) pada buah hati dan melestarikan budaya lokal yang menjadi warisan bangsa bisa dilakukan sekaligus. Itulah yang dilakukan Pigeon sebagai bukti nyata komitmen berkelanjutan untuk senantiasa mendukungnya yakni melalui inovasi botol susu motif batik terbaru dan kain batik tulis
GM Marketing Division Pigeon Indonesia, Anis Dwinastiti, mengakui setelah memiliki 10 koleksi botol desain batik, di tahun 2017 ini, Pigeon kembali memperkenalkan inovasi botol motif batik dengan karakter kupu-kupu dan capung sekaligus memperkenalkan koleksi kain batik tulis untuk pertama kalinya.
Kehadiran koleksi botol motif batik sejak tahun 2014 serta kain Batik Cap sejak tahun 2016 ini merupakan sebuah bukti nyata komitmen berkelanjutan Pigeon untuk senantiasa mendukung pemberian ASI eksklusif kepada buah hati serta turut melestarikan salah satu warisan budaya kebanggaan bangsa yaitu batik yang saat ini telah diakui dunia melaui UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia.
"Kami senantiasa melakukan inovasi untuk mempersembahkan produk yang berkualitas dan terbaik. Dengan mengusung prinsip dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif, maka untuk produk dot dan botol susu pun kami kembangkan berdasarkan hasil penelitian tentang Proses Bayi Menyusu ASI secara alami agar bayi seperti layaknya meminum secara alami, sehingga akan semakin merekatkan cinta ibu kepada sang buah hatinya," ujar Anis pada keterangannya di Jakarta, Kamis (28/9).
Dengan kembali memperkenalkan botol desain batik di tahun ke-4 ini, merupakan bentuk komitmen kami dalam melestarikan salah satu budaya lokal kebanggaan bangsa yaitu Batik. Sementara untuk kain Batik yang di tahun ini dihadirkan untuk pertama kali dalam bentuk Batik tulis.
Sebagai bentuk komitmennya, Pigeon kembali menggandeng public figur dan pelestari batik berbakat Iwet Ramadhan. Dalam desain terbarunya, Pigeon menempatkan 2 motif Batik yang akan menghiasi setiap botol susu Pigeon koleksi spesial Batik yaitu kupu-kupu sebagai simbol ilmu pengetahuan serta dijadikan sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan. Sementara capung sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan
Di balik kreasi ini, desainer Iwet Ramadhan lah yang telah berkolaborasi bersama Pigeon untuk mendesain produk ini sejak awal. Baginya, sebuah brand agar semakin menarik harus memiliki cerita dan filosofi. Hal ini yang dibangun olehnya bersama tim Pigeon dalam mengemas botol susu Pigeon.
"Saya mengapresiasi konsistensi dan komitmen Pigeon untuk menuangkan motif batik dalam produk botol susunya. Ini merupakan bagian dari pelestarian warisan nenek moyang yang secara konsisten diperlihatkan Pigeon sejak tahun 2014 lalu," ucap Iwet.
Dengan hadirnya botol susu bermotif batik terbaru serta kain batik tulis, bagi konsumen yang membeli botol susu bermotif batik, Pigeon akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan botol motif batik kepada anak-anak yang kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai Rp20 juta. Sebagian penjualan juga akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar Rp 50 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




