BLU Asian Games Terbentuk, Optimistis Gaet Rp 1,1 T dari Sponsor

Jumat, 29 September 2017 | 21:04 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Peresmian
Peresmian "Countdown Asian Games 2018" di lapangan Monas, Jakarta, 18 Agustus 2017. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres), Sofjan Wanandi mengatakan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) yang merupakan badan yang akan mengatur keluar dan masuknya dana pelaksanaan Asian Games ke-18, telah terbentuk. Dengan demikian, tidak ada masalah lagi mengenai sponsorship.

"(BLU) Sudah jadi kan. Sudah kemarin disetujui orangnya. Semua sudah jadi, tinggal pelaksanaannya saja. Tinggal Pak Jusuf Kalla (JK) musti teken saja. Sesudah itu, sudah bisa jalan full kita," kata Sofjan, Jumat (29/9).

Namun, Sofjan mengungkapkan semua masih menunggu penandatanganan kontrak hasil renegosiasi dengan Komite Olimpiade Asia (OCA/Olympic Committee of Asia) untuk bisa segera dilaksanakan.

Tetapi, ia meyakini bahwa target mendapatkan dana sebesar Rp 1,1 triliun akan terpenuhi. Sebab, menurutnya, sudah banyak perusahaan yang berkomitmen menjadi sponsor penyelenggaraan Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang, yang rencanya dimulai 18 Agustus 2018.

Lebih lanjut, Sofjan juga mengungkapkan tidak ada masalah mengenai permintaan bebas bea masuk untuk perlengkapan yang dibawa atlet dari luar negeri. Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemkeu) sudah menyetujui permintaan bebas bea masuk tersebut.

"Kita sudah. Itu kita selesaikan lah soal pajak dan lain-lain. Semua sudah kita selesaikan detailnya. Itu saya pikir gampang karena itu dia sudah bicara dengan Ibu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) juga," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (Inasgoc) Erick Thohir mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani selaku Wakil Ketua Dewan Pengarah Kepanitiaan Asian Games, akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemkeu) untuk membicarakan perihal aturan perpajakan jelang pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan di Asia tersebut.

Dalam pertimbangan, masalah pajak sangat penting, terutama terkait peralatan atlet yang masuk dari luar negeri. Ia menginginkan agar peralatan atlet tersebut tidak dikenai bea masuk atau bebas pajak.

Lebih lanjut mengenai anggaran, Erick mengungkapkan adanya optimalisasi anggaran tahun 2017, dari sebelumnya disepakati sebesar Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2 triliun. Tetapi, dipastikannya pemerintah tetap menganggarkan Rp 4,5 triliun untuk pelaksanaan Asian Games. Oleh karena itu, besaran anggaran tahun 2018 menjadi Rp 2,5 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon