13 Hangus Terbakar di Bus, Termasuk Empat Anak dan Satu Bayi
Selasa, 1 Mei 2012 | 15:24 WIB
Peristiwa terbakarnya bus di daerah Sumbar itu juga membuat sejumlah penumpang lainnya luka-luka.
Direktur RSUD Adnand WD Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Herijon, menyatakan bahwa jumlah korban meninggal terbakarnya bus PO Yanti Group di daerah Jorong Ulu Aia, Nagari Aia Putiah, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Km 24, Selasa (1/5) subuh, tepatnya adalah 13 orang.
"Awalnya kita dapat informasi korban tewas 14 orang. Tapi sesampainya di rumah sakit dan didata, jumlah korban tewas akibat bus terbakar tersebut (adalah) 13 orang," ungkapnya di Payakumbuh, Selasa (1/5) siang.
Herijon merinci, ke-13 korban tewas itu, masing-masing terdiri dari 3 orang laki-laki dewasa, serta 5 orang perempuan dewasa. Tragisnya, ada pula 3 orang anak-anak lelaki, 1 orang anak-anak perempuan, serta seorang bayi perempuan. "Seluruh korban tewas hangus, tidak dapat dikenali," katanya.
Herijon menambahkan, selain korban tewas, RSUD Payakumbuh juga merawat 10 korban yang luka-luka. "Setelah diperiksa, empat orang saat ini masih dirawat, dan enam orang sudah diperbolehkan pulang," katanya pula. Sementara selain di RSUD Adnand WD, dua orang penumpang lain juga disebutkan masih dirawat di RS Yarsi Payakumbuh.
Sementara itu, sekitar 16 orang sejauh ini disebutkan masih berada di Polres Limapuluh Kota, untuk dimintai keterangan. Termasuk di antaranya sopir bus berinisial Ynd (31) dan kondektur Hsd (26).
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Partomo Iriananto, mengatakan bahwa bus PO Yanti bernomor pelat BA 3653 L itu, berangkat dari Kota Dumai di Riau sekitar jam 20.00 WIB, Senin (30/4), dengan jumlah penumpang, sopir plus kondektur, sebanyak 48 orang. "Diduga penyebab kebakaran (adalah) adanya korsleting di bagian depan bus yang mengeluarkan api," katanya.
Dikatakan lagi, pada saat kejadian sekitar pukul 04.30 WIB, sang sopir dan kondektur ternyata lebih dahulu menyelamatkan diri dari pintu depan. Sementara, saat penumpang menyadari terjadi kebakaran, api di bagian depan bus sudah menyala cukup besar, hingga penumpang pun berdesakan ke pintu belakang.
Malangnya, pintu belakang ternyata dalam keadaan rusak dan terhambat oleh barang yang ditumpuk. Akibatnya, banyak korban yang tewas di arah pintu belakang tersebut. "Korban selamat diduga keluar dari jendela bus yang dipecahkan dari dalam," kata Partomo.
Hingga Selasa siang, puluhan keluarga korban tampak mendatangi RSUD Payakumbuh, untuk mendapatkan kepastian tentang nasib keluarga mereka yang naik bus PO Yanti yang menuju Bukittinggi tersebut.
Direktur RSUD Adnand WD Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Herijon, menyatakan bahwa jumlah korban meninggal terbakarnya bus PO Yanti Group di daerah Jorong Ulu Aia, Nagari Aia Putiah, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Km 24, Selasa (1/5) subuh, tepatnya adalah 13 orang.
"Awalnya kita dapat informasi korban tewas 14 orang. Tapi sesampainya di rumah sakit dan didata, jumlah korban tewas akibat bus terbakar tersebut (adalah) 13 orang," ungkapnya di Payakumbuh, Selasa (1/5) siang.
Herijon merinci, ke-13 korban tewas itu, masing-masing terdiri dari 3 orang laki-laki dewasa, serta 5 orang perempuan dewasa. Tragisnya, ada pula 3 orang anak-anak lelaki, 1 orang anak-anak perempuan, serta seorang bayi perempuan. "Seluruh korban tewas hangus, tidak dapat dikenali," katanya.
Herijon menambahkan, selain korban tewas, RSUD Payakumbuh juga merawat 10 korban yang luka-luka. "Setelah diperiksa, empat orang saat ini masih dirawat, dan enam orang sudah diperbolehkan pulang," katanya pula. Sementara selain di RSUD Adnand WD, dua orang penumpang lain juga disebutkan masih dirawat di RS Yarsi Payakumbuh.
Sementara itu, sekitar 16 orang sejauh ini disebutkan masih berada di Polres Limapuluh Kota, untuk dimintai keterangan. Termasuk di antaranya sopir bus berinisial Ynd (31) dan kondektur Hsd (26).
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Partomo Iriananto, mengatakan bahwa bus PO Yanti bernomor pelat BA 3653 L itu, berangkat dari Kota Dumai di Riau sekitar jam 20.00 WIB, Senin (30/4), dengan jumlah penumpang, sopir plus kondektur, sebanyak 48 orang. "Diduga penyebab kebakaran (adalah) adanya korsleting di bagian depan bus yang mengeluarkan api," katanya.
Dikatakan lagi, pada saat kejadian sekitar pukul 04.30 WIB, sang sopir dan kondektur ternyata lebih dahulu menyelamatkan diri dari pintu depan. Sementara, saat penumpang menyadari terjadi kebakaran, api di bagian depan bus sudah menyala cukup besar, hingga penumpang pun berdesakan ke pintu belakang.
Malangnya, pintu belakang ternyata dalam keadaan rusak dan terhambat oleh barang yang ditumpuk. Akibatnya, banyak korban yang tewas di arah pintu belakang tersebut. "Korban selamat diduga keluar dari jendela bus yang dipecahkan dari dalam," kata Partomo.
Hingga Selasa siang, puluhan keluarga korban tampak mendatangi RSUD Payakumbuh, untuk mendapatkan kepastian tentang nasib keluarga mereka yang naik bus PO Yanti yang menuju Bukittinggi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




