Superblok Terjual 70%

PCDM Optimistis Pasar Apartemen Membaik

Senin, 9 Oktober 2017 | 11:35 WIB
ER
B
Penulis: Edo Rusyanto | Editor: B1
Proyek Podomoro City Deli-Medan besutan PT Agung Podomoro Land Tbk.
Proyek Podomoro City Deli-Medan besutan PT Agung Podomoro Land Tbk. (istimewa)

Jakarta – Permintaan apartemen di kota-kota besar dinilai kian meningkat mengingat keterbatasan lahan yang tersedia. Di sisi lain, kebutuhan akan hunian terus muncul seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

PT Sinar Menara Deli (SMD) menilai, hal serupa terjadi di Medan, ibu kota Sumatera Utara (Sumut). Perekonomian kota ketiga terbesar di Indonesia itu diyakini terus berkembang. "Pertumbuhan ekonomi dan bisnis di Medan semakin pesat, terutama sejak adanya Kuala Namu International Airport," kata AVP Marketing Podomoro City Deli Medan Yenti Lokat, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (8/10).

Terkait hal itu, tambah dia, SMD yang merupakan anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) menggulirkan proyek hunian terpadu superblok Podomoro City Deli Medan (PCDM). Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare (ha) itu kelak diisi dengan tujuh menara apartemen dan kondominium. Lalu, satu menara perkantoran strata-title, satu hotel, serta satu mal yang menempati lahan di wilayah Kesultanan Deli. Selain itu, PCDM juga menyediakan penthouse model dua lantai yang terletak di level paling atas apartemen premium dengan jumlah ekslusif, yakni hanya 12 unit.

"Penthouse ini kami sediakan dengan jumlah yang sangat terbatas di level atas apartemen premium. Ini adalah persembahan dari kami untuk menjawab animo masyarakat Medan akan hunian bergengsi di sini," ujar Yenti.

Menurut dia, tren permintaan hunian vertikal yang meningkat di Medan dapat terlihat dari penjualan unit-unit apartemen maupun kondominium yang ditawarkan PCDM. Hingga kini, penjualan exclusive apartment sudah 87% . Lalu, kondominium sebesar 65% dan premium apartment sebanyak 65%, "Jadi overall super block yang terjual sekitar 70%," tuturnya.

Dia menegaskan, sebagai sentra ekonomi dan bisnis terdepan di Pulau Sumatera, Kota Medan tentu saja menjadi magnet bagi lalu lintas aktivitas perdagangan dan bisnis. Hal ini menciptakan peluang pasar bagi pengembangan properti apartemen. "Kalau boleh memprediksikan, kenaikan harganya bisa berkisar 15% sampai 20% per tahun," ujar dia.

Perkantoran Premium

Sementara itu, kata Yenti, pihaknya membangun ruang perkantoran strata-title yang terintegrasi antara hunian, tempat bekerja, berbelanja, dan rekreasi.
"Proyek ini kami kembangkan dengan konsep yang sama seperti Central Park Jakarta. Pengembangan menara perkantoran APL di Jakarta sangat terbatas sekarang, tetapi kami melihat ada potensi yang besar di Medan," ungkap Yenti.

Dia mengatakan, premium office tower yang disediakan oleh PCDM akan menjadi investasi menarik dengan kepemilikan strata-title. Ruang kantor didesain modern dan mewah, dilengkapi teknologi canggih, dan fasilitas lift yang nyaman dan cepat. Lift ini bisa membedakan lantai rendah (low zone) dan lantai tinggi (high zone).
"Dibangun dengan desain yang modern, mewah namun tetap minimalis akan menjadi keunggulan dari superblok ini," papar dia.

PCDM diklaim menjadi superblok pertama di Medan yang mengusung konsep One Stop Living (Living, Working & Shopping). Terkait perkantoran, PCDM menawarkan kepemilikan ruang perkantoran dengan sistem special installment berupa angsuran 48 kali. "Untuk luasan unit yang ditawarkan, menara perkantoran ini menyediakan ukuran kantor mulai dari 111 m2 hingga 2.000-an m2 dan ditawarkan dengan cara pembayaran yang ringan, yaitu dapat dicicil 48x tanpa bunga," ujarnya.

PCDM terletak di jalur utama Commercial Business District (CBD) Medan dan berdekatan dengan pusat pemerintahan, Kantor Pos Besar, TVRI, serta Bank Indonesia. Hal ini menjadikan PCDM sangat strategis tidak hanya untuk hunian, tetapi juga perkantoran dan komersial. Pengembangan kawasan di lokasi ini diharapkan dapat mendongkrak nilai properti PCDM.

Secara terpisah, analis properti Torushon Simanungkalit mengatakan, dengan mulai rampungnya sejumlah proyek infrastruktur akan menyebabkan naiknya investasi di Indonesia. Hal itu dengan sendirinya mendorong pada meningkatnya penyerapan perkantoran di Indonesia.

"Secara umum nilai kapitalisasi bisnis perkantoran meningkat sebesar 14% dari Rp 34,20 triliun tahun 2016 menjadi Rp 39,04 triliun tahun 2017," kata dia, kepada Investor Daily, di Jakarta, akhir pekan lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon