Dongkrak Serapan Anggaran Rendah Fokus Utama Anies-Sandi
Sabtu, 14 Oktober 2017 | 11:31 WIB
Jakarta – Melihat serapan anggaran tahun 2017 yang masih rendah dan banyaknya mata anggaran yang akan dialokasikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2018, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Terpilih, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan fokus mendongkrak serapan anggaran dan memastikan seluruh program yang dijanjikan dalam kampanye sudah masuk dalam RAPBD DKI 2018.
Hal itu pun diakui Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said saat menyerahkan hasil sinkronisasi kepada Anies dan Sandiaga di Jalan Tirtayasa II, Kebayoran, Jakarta Selatan, Jumat (13/10).
Dalam kesempatan itu, Sudirman meminta Anies dan Sandi dapat menggunakan sisa waktu tahun anggaran 2017 yang tinggal 2,5 bulan lagi untuk memaksimalkan penyerapan APBD DKI 2017. Ia melihat saat ini, penyerapan anggaran tahun ini masih sangat rendah memasuki bulan kesepuluh tahun anggaran 2017.
Bila Anies-Sandi mampu mendongkrak penyerapan anggaran lebih tinggi dari tahun-tahun lalu, maka akan membuat warga DKI semakin percaya dengan kepemimpinan mereka berdua untuk lima tahun kedepan.
"Saya memberikan ilustrasi betapa tertinggalnya kita. Artinya sudah bulan Oktober, serapannya masih segitu. Dan sudah pasti, sisa waktu yang ada itu tidak cukup untuk menyelesaikan semua program. Ini yang harus dapat diselesaikan Anies-Sandi dalam waktu tiga bulan terakhir setelah dilantik," kata Sudirman Said.
Serapan rendah, lanjutnya, tentu akan membawa dampak kepada masyarakat. Yang pasti adalah, ada banyak program pembangunan yang tidak terlaksanakan. Sehingga tidak terserap dengan maksimal.
"Sudah pasti ada program yang tidak terlaksana salama ini kan," ujarnya.
Dijelaskannya, program jangka pendek di tahun 2017 ini, Anies dan Sandi akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan serapan anggaran yang rendah. Disamping itu, Anies juga telah mempunyai program 100 hari untuk membangun Jakarta.
"Dalam program 100 hari, beliau akan menginisiasi program, regulasi akan di-review, kemudian setiap program baru membutuhkan awak, institusi atau orang yang menjalankannya. Dan itu juga akan ditata tahun ini," paparnya.
Karena itu, ia menilai pada sisa waktu tahun 2017 ini, Anies dan Sandi akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk persiapan penataan birokrasi dan regulasi, serta bisa merealisasikan serapan anggaran semaksimal mungkin.
"Kita cukup tahu, sudah sejak lama serapan anggaran DKI itu rendah. Jadi ini tantangan kita," ungkapnya.
Selain konsentrasi mendongkrak serapan anggaran yang rendah, Tim Sinkronisasi juga telah membekali keduanya dengan hasil sinkronisasi yang berisi penjabaran program kerja dari janji kampanye yang harus dikerjakan selama lima tahun.
Sudirman mengungkapkan ada 23 janji kerja Anies-Sandi selama kampanye. Tim sinkronisasi telah menerjemahkannya menjadi 167 program, 527 kegiatan yang terbagi dalam 14 bidang atau isu-isu.
Lalu, di dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2018 sudah disinkronisasikan dalam 3.313 kegiatan. Dari jumlah tersebut, yang sudah terakomodasi dalam nomenklatur perencanaan kerja ada sebanyak 55 kegiatan.
"Sebanyak 205 kegiatan yang sesuai dengan tupoksi dari SKPD yang ada, akan dibagikan ke SKPD tersebut. Nanti mereka harus membuat nomenklatur baru. Kemudian dari RPJMD 2018-2022, ada 17 misi yang diterjemahkan menjadi 36 sasaran dan 44 indikator sasaran," terangnya.
Anies Baswedan mengatakan pada 45 hari pertama ia bekerja sebagai Gubernur DKI, ia akan fokus membahas dan merampungkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2018.
"Salah satu fokus utama begitu mulai bekerja, langsung soal 45 hari pertama, kita akan banyak fokus di RAPBD DKI 2018," kata Anies.
Ia ingin memastikan apa yang ia dan Sandaiaga janjikan saat kampanye telah tertuang dalam RABPD DKI 2018. Sehingga dapat dilaksanakan dan dijalankan untuk kepentingan warga dan Kota Jakarta.
Dari hasil review tim sinkronisasi, lanjutnya, ada program kerja yang sudah dimasukkan ke dalam RAPBD DKI. Tetapi masih juga banyak program kerja yang belum dimasukkan dalam anggaran 2018.
"Ada yang sudah dimasukkan dan ada yang belum. Kenapa belum? Karena kita belum memiliki otoritas. Jadi kemarin kita tidak bisa menentukannya. Tetapi besok, kita sudah bisak kerja. Kita akan panggil semuanya bahwa semua yang menjadi program kita akan berjalan," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




