Djarot Serahkan Jabatan Gubernur DKI ke Saefullah
Minggu, 15 Oktober 2017 | 14:09 WIB
Jakarta - Djarot Saiful Hidayat telah mengakhiri jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta per 15 Oktober 2017.
Namun rupanya jabatan Gubernur DKI Jakarta tidak diserahkan Djarot kepada Anies Baswedan, melainkan kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah.
Seperti diketahui, Anies Baswedan baru sah menjadi Gubernur DKI setelah dilantik yang akan diselenggarakan, Senin (16/10) esok pukul 16.00 WIB. Sebab masa jabatan Djarot sudah berakhir pada pukul 00.00 WIB hari ini, maka secara otomatis DKI Jakarta tidak memiliki pimpinan sampai Anies dan Sandiaga Uno dilantik.
Sebagai pejabat tertinggi di DKI, Saefullah pun ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta hingga gubernur baru dilantik.
"Jadi selama 40 jam ke depan saya harus menyiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Melaksanakan tugas sehari-hari Gubernur. Membuat laporan kepada Mendagri," ujar Saefullah di Balai Kota, Minggu (15/10).
Ia mengatakan, dirinya tidak bisa menyelesaikan hal-hal strategis. Ia hanya bertugas untuk menjaga stabilitas keamanan, politik, dan keberlangsungan dari administrasi ketatanegaraan.
"Mudah-mudahan pelantikan tepat waktu sehingga ambil alih kepemimpinan berjalan lancar," katanya.
Ia menambahkan, di usia pemerintahan Jokowi-Basuki-Djarot dalam lima tahun terakhir ini banyak sekali torehan prestasi. Bahkan diakuinya, di periode ini jajaran PNS sangat kewalahan dibuatnya.
"Tapi karena orientasi pemerintahannya kepada rakyat, maka kami tidak capek. Kalau melihat statistik dan angka penghargaan yang diberikan pemerintah pusat dan organisai dunia, banyak sekali yang tidak dapat disebutkan," katanya.
Ia mengatakan, di periode lima tahun ini juga penuh dengan terobosan yang terkadang membuat para pegawainya oleng. Namun karena orientasinya kepada masyarakat, maka apa yang dikerjakan pun diapresiasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Pak Djarot ini memberikan kesan kepada kami, memimpin Jakarta secara jomblo selama enam bulan. Beliau punya nasionalisme yang luar biasa dengan mengesampingkan diskriminasi," katanya.
Tidak hanya itu, Saefullah mengatakan, periode ini juga menampilkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta kekeluargaan yang tidak pernah didapatkan di pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.
"Lima tahun di bawah kepemimpinan Pak Jokowi-Basuki-Djarot, kani telah diberikan pendidikan yang luar biasa, terutama dalam memberikan servis pada masyarakat dengan baik," katanya.
Sebab bekal itu telah diperoleh, katanya, maka ia pun berharap agar jajaran PNS DKI selalu bisa menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih.
"Semoga setelah selesai pengabdian Pak Djarot, kami berdoa semoga beliau di masa yang akan datang dapat mengabdikan dirinya, hatinya untuk bangsa ini di tempat lain," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




