3 Tahun Jokowi-JK, Kemdikbud Miliki UU Pemajuan Budaya

Jumat, 20 Oktober 2017 | 09:46 WIB
HS
MB
WP
Muhadjir Effendy.
Muhadjir Effendy. (Antara)

Jakarta - Salah satu pencapaian pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam mendukung penguatan karakter bangsa adalah menerbitkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan pada April 2017.

"Mudah-mudahan dengan realisasi UU Pemajuan Budaya menjadi tonggak sejarah Indonesia dalam melestarikan budaya nasional sebagai upaya menjaga ketahanan nasional dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) melalui soft approach," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Negara Hadir Mewujudkan Rasa Aman Melalui Perwujudan Stabilitas Politik dan Keamanan, Keadilan Hukum, dan Pemajuan Kebudayaan" di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (19/10).

Turut Hadir dalam pemaparan kinerja tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, Menko Polhukam Wiranto, Menhan Ryamizard Ryacudu, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menpan dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Sekjen Kemag Nur Syam, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Wakil Jaksa Agung Bambang Waluyo, Kasum TNI Laksdya Didit Herdiawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, dan Sestama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI R Gautama Wiranegara.

Muhadjir menerangkan, semangat utama UU itu adalah menghidupkan, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional dengan melibatkan seluruh unsur mulai pemerintahan daerah, pegiat kebudayaan dan masyarakat.

Oleh karena itu, Mendikbud mengharapkan dengan bergulirnya kebijakan tersebut semakin merekatkan kebinekaan bangsa ini. Implementasi pemajuan kebudayaan tersebut juga menjadi mozaik bangsa serta turut merekatkan elemen-elemen masyarakat.

"Kurang lebih akan ada 29 Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri dengan menempatkan kebudayaan sebagai roh dan DNA dari pembangunan nasional," jelas Muhadjir Effendy.

Salah satu unsur penting dari implementasi dari UU Pemajuan ini adalah merevitalisasi desa adat. Saat ini, Kemdikbud sudah melakukan program itu di 139 desa pada tahun 2016.

Dalam kesempatan sama, Muhadjir juga memaparkan beberapa capaian terkait pemajuan kebudayaan selama 3 tahun terakhir. Di antaranya adalah revitalisasi 132 museum, 57 cagar budaya, dan 34 taman budaya. Selain itu pembangunan 31 museum, serta fasilitasi 1.115 komunitas budaya dan 1.083 sarana kesenian.

Upaya membangun dari pinggiran tidak hanya dilakukan dengan pembangunan infrastruktur fisik saja, pemerintah juga telah melakukan upaya revitalisasi 352 desa adat.

Muhadjir mengatakan, sebanyak 2.829 warisan budaya tak benda telah ditetapkan selama tiga tahun terakhir. Total tercatat 7.799 warisan budaya tak benda yang ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan usulan dari pemerintah daerah.

Terkait upaya pelestarian cagar budaya, sampai saat ini ada 59.509 cagar budaya di seluruh Indonesia. Sedangkan upaya mendekatkan kebudayaan nasional Indonesia kepada generasi muda dilakukan melalui program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang telah memfasilitasi 574 anak. Selain itu, program Seniman Masuk Sekolah (SMS) telah memfasilitasi ribuan seniman yang berbagi inspirasi dan pengalaman kepada lebih dari lima puluh ribu siswa di berbagai wilayah di Tanah Air.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon