Santri dan Warga NU di Malang Peringati HSN

Minggu, 22 Oktober 2017 | 21:25 WIB
AA
B
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: B1
Santri dan warga Nahdhatul Ulama dari Malang Raya dan sekitarnya memperingati Hari Santri Nasional, Minggu, 22 Oktober 2017.
Santri dan warga Nahdhatul Ulama dari Malang Raya dan sekitarnya memperingati Hari Santri Nasional, Minggu, 22 Oktober 2017. (Investor Daily/Amrozi Amenan)

Singosari- Ribuan santri dan warga Nahdhatul Ulama dari Malang Raya dan sekitarnya berkumpul berdoa dan bersholawat bersama di Lapangan Tumapel, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), yang jatuh pada 22 Oktober 2017.

Sejak pagi hari, ribuan warga yang didominasi kalangan santri baik pria maupun wanita telah memadati lapangan tersebut yang dimotori oleh PC NU Kabupaten Malang beserta sejumlah badan otonomnya seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU se-Malang Raya.

Sejumlah Kyai dan Habaib baik sekitar Malang Raya serta undangan dari Kediri, Probolinggo dan Madura, juga tampak hadir bersama ribuan warga yang bersuka cita dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015 lalu yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober.

Di antara ulama yang hadir antara lain KH M Hafif Hasan dari PP Annuqoyah Guluk Guluk Kabupaten Sumenep, KH Huzaimi (PP Al Amien Prenduan, Sumenep, Gus Wafi (PP Lirboyo, Kediri), Habib Jakfar bin Usman Al Jufry KH Ibnu Sulaiman (Singosari, Malang), Gus Khoiruddin (Ponpes An Nur, Bulu Lawang), Gus Sulton (PP Jampes, Kediri), Dr KH Erfan Azaiz (PP Al Hayatul Islamiyah, Kota Malang), dan Gus Thoriq Bin Ziyyad (PP Babussalam Pagelaran Gondanglegi).

Rangkaian acara peringatan HSN yang digelar di Singosari itu dimulai dengan kirab dan apel Santri dilanjutkan dengan prosesi penandatangan nota kesepakatan serta deklarasi santri, ulama, umaro yang melibatkan 16 pondok pesantren besar di Jawa Timur dalam rangka menangkal radikalisme serta mendorong Perppu Ormas menjadi UU Ormas.

Acara tersebut juga diwarnai dengan pelepasan ribuan balon berwarna merah dan putih sebagai simbol dukungan atas keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan HSN di Malang ini juga ditandai dengan penyerahan ratusan bibit pohon zaitun kepada para ulama dan perwakilan santri sebagai wujud perdamaian dunia.

Ketua Panitia HSN Malang, Gus Thoriq bin Ziyyad menyatakan peringatan HSN yang dipusatkan di Singosari ini menjadi momentum penting bagi kalangan santri dan khususnya warga NU untuk selalu setia kepada NKRI.

"Ini momentum penting bagi kaum santri untuk meneguhkan kesetiannya pada NKRI serta menjadi garda depan bagi negara dalam upaya menangkal radikalisme yang kini dinilai memiliki tingkat kerawanan yang sangat tinggi," kata Gus Thoriq di sela-sela acara HSN di Lapangan Tumapel, Singosari, Malang, Minggu (22/10).

Gus Thoriq menegaskan sejumlah rangkaian acara HSN ini penuh simbolisasi dalam memahami konteks kondisi negara RI terkini dan bagaimana mengatasinya.

"Pelepasan ribuan balon dwi warna, merah dan putih ini merupakan wujud kecintaan para santri untuk NKRI, sedangkan pohon zaitun merupakan simbolisasi suasana perdamaian yang mesti terwujud dan terpelihara di Indonesia," ungkap pemimpin PP Babussalam Pagelaran Kec. Gondanglegi, Kabupaten Malang ini.

Dia juga mengungkapkan, prosesi doa dan sholawat ini sekaligus juga merupakan upaya mendorong dan memberikan dukungan penuh atas keberadaan Perppu Ormas yang belum lama ini telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah radikalisme.

"Dalam forum peringatan HSN di Malang ini yang diisi dengan MoU dan deklarasi ini diharapkan dapat mendorong Perppu bisa berubah menjadi UU Ormas," tegas Gus Thoriq.

Sebagai bentuk dukungan atas perubahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas itu, kata Gus Thoriq, ribuan santri membubuhkan tanda tangannya di bentangan kain putih. "Tanda tangan para santri yang hadir di kain putih ini rencana masih akan dikelilingkan ke sejumlah pondok pesantren besar di Jatim untuk ditandatangani oleh para santri. setelah itu, kain yang dipenuhi tanda tangan ribuan santri dari berbagai ponpes itu akan dikirimkan ke pemerintah pusat," ujarnya.

Acara HSN tersebut berjalan dengan hikmat yang diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Jakfar bin Usman Al Jufry.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon