Abe Dorong Perubahan Konstitusi Damai Setelah Menang Pemilu

Senin, 23 Oktober 2017 | 08:20 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe.
Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe. (AFP Photo/Kazuhiro Nogi)

Tokyo - Kelompok partai penguasa di Jepang yang mendukung Shinzo Abe menuju kemenangan besar dalam pemilihan umum pada Minggu (22/10) sekaligus memperkuat kesempatannya menjadi perdana menteri terlama di negara Sakura itu. Hal ini akan mendorongan Abe untuk mengubah undang-undang dasar damai.

Koalisi Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Abe ditetapkan meraih 311 kursi, atau dua pertiga "mayoritas super" di majelis rendah yang beranggotakan 465 anggota, kata jajak pendapat yang ditunjukkan televisi TBS.

Siaran umum NHK juga mengatakan bahwa kelompok penguasa tersebut mencapai mayoritas dua pertiga, meskipun beberapa siaran lain mengabarkan jumlah kursi kelompok itu sedikit di bawah dua pertiga.

Kemenangan tersebut memungkinkan Abe, yang mulai menjabat pada Desember 2012, memiliki masa jabatan ketiga dalam tiga tahun sebagai pemimpin LDP pada September tahun depan dan menjadi perdana menteri terlama di Jepang.

Hal tersebut juga berarti bahwa strategi pertumbuhan "Abenomik", yang berpusat pada kebijakan moneter hiper-mudah, kemungkinan berlanjut.

Hasil akhir resmi pemilihan tersebut diperkirakan keluar pada Senin.

Pasal 9 Konstitusi, yang disusun oleh Amerika Serikat, jika diartikan secara harfiah, melarang keberadaan angkatan bersenjata. Namun, pemerintah Jepang menafsirkannya mengizinkan militer secara eksklusif untuk membela diri.

Pendukung usul Abe, yang menjelaskan kedudukan mendua militer itu, mengatakan bahwa hal tersebut akan mengodifikasikan status quo. Kritikus khawatir hal tersebut akan memperluas kemungkinan peran militer Jepang ke luar negeri.

Abe mengatakan bahwa dia tidak akan berpegang pada target yang telah dia luangkan dalam membuat perubahan pada 2020. "Pertama, saya ingin mendiskusikan lebih dalam dan memiliki persetujuan sebanyak mungkin," katanya kepada seorang penyiar televisi. "Kita harus mengutamakan hal itu," tegasnya.

Mitra junior LDP, Komeito, waspada dalam mengubah undang-undang dasar, yang disusun setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua. Beberapa partai oposisi menyukai perubahan itu, namun tidak menyetujui perinciannya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon