Presiden: Kita Bisa Lampaui Pariwisata Thailand
Selasa, 24 Oktober 2017 | 05:56 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasan kenapa sektor pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintahannya, dan bahkan diproyeksikan menjadi kekuatan terbesar di Asia Tenggara mengalahkan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia.
Presiden Jokowi juga menegaskan optimismenya bahwa ambisi itu bisa terwujud dengan kerja keras di semua lini terkait.
Saat ini pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia termasuk yang tertinggi di dunia, namun dengan jumlah wisman 11,5 juta orang tahun lalu masih jauh tertinggal dari negara-negara tetangga.
"Pembandingnya adalah Thailand, Malaysia. Thailand misalnya sudah 35 juta (wisman), Malaysia terakhir sudah 28 juta. Kita yang memiliki tempat-tempat yang lebih indah, produk-produk yang lebih baik, kenapa tidak bisa?" kata Presiden dalam wawancara khusus dengan Pemimpin Redaksi Beritasatu News Channel Claudius Boekan, tayang Senin (23/10) malam.
"Kita harus optimis bisa, tapi memang masih banyak yang harus kita perbaiki, masih banyak yang harus kita benahi."
Upaya pembangunan industri pariwisata harus terintegrasi dan terukur, kata Presiden.
"Infrastruktur misalnya, airport-nya, runway-nya harus panjangnya lebih dari 3.000 (meter) supaya bisa dituruni oleh pesawat yang lebih gede. Jalan menuju ke pariwisata harus baik," jelasnya.
Industri Favorit
Berbeda dengan sektor lain, industri pariwisata memiliki trickle down effect atau berdampak luas ke lapisan masyarakat bawah sehingga bisa membawa manfaat ekonomi besar jika digarap serius, kata Presiden.
"Pariwisata itu dampaknya bisa ke bawah dan sangat luas. Menteri pariwisata kita, Pak Arief Yahya, memang sangat optimistik dan kelihatan sekali pertumbuhan pariwisata di Indonesia memang tertinggi di dunia, kurang lebih 25 persen. Kita harapkan 2020 sudah melampaui ekspor CPO kita," kata Jokowi.
"Ini akan menjadi sebuah motor penggerak ekonomi Indonesia. Dan yang paling kita senengi pariwisata ini bisa menetes sampai ke bawah efeknya, efek ekonominya."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




