Seluruh Desa di Pulau Enggano Telah Nikmati Listrik
Rabu, 25 Oktober 2017 | 16:59 WIB
Jakarta - Seluruh desa di Pulau Enggano, Bengkulu, menikmati aliran listrik dari PLN. Hal ini dipastikan dengan hadirnya tambahan dua mesin pembangkit bermesin diesel masing-masing sebesar 500 kilo Watt (kW) di sana.
Dua dari enam desa di Pulau Enggano, yakni Desa Ka’ana dan Desa Kahyapu sudah dapat menikmati listrik sejak 23 Oktober kemarin. Penyalaan listrik kedua desa tersebut diresmikan oleh General Manager PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WS2JB) Daryono dan Plt Sekretaris Daerah Bengkulu Gotri Suyanto.
"Dengan adanya pembangunan PLTD lebih menggerakkan ekonomi Enggano karena listrik adalah penggerak bagi masyarakat di sini," kata Gotri Suyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/10).
PLN juga membangun jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 36 kilometer sirkit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 21 kms serta 16 gardu distribusi total kapasitas 50 kilo Volt Ampere (kVA).
Daryono mengatakan bahwa penambahan mesin dan jaringan ini mampu melistriki enam desa dengan potensi 879 pelanggan rumah tangga yang ada.
"Sejak PLN hadir di Pulau Enggano Agustus 2016 lalu, sebagian masyarakat sudah menikmati listrik yang menerangi rumah-rumah mereka, namun belum seluruh desa dari enam desa yang ada yang sudah menikmati listrik. Baru Desa Malakoni dan Desa Apoho di Pulau Enggano dengan total 162 pelanggan yang sebelumnya sudah bisa menikmati listrik PLN," ujarnya.
Upaya PLN untuk terus menerangi Enggano sampai 100 persen tentu bukan tanpa kendala. Namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PLN demi Enggano terang benderang. P
roses pengiriman tiang yang terlambat dikarenakan jadwal penyeberangan kapal hanya dua kali dalam seminggu. Kondisi cuaca yang tidak mendukung seperti badai dan angin kencang sangat mengganggu pengiriman material, struktur tanah yang berpasir juga mempengaruhi dalam proses pemasangan konstruksi dan penarikan jaringan.
"Namun kendala-kendala tersebut tidak menyurutkan semangat petugas-petugas PLN dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan di Enggano," ujar Daryono.
Kelistrikan Enggano saat ini dipasok oleh tiga unit PLTD dengan kapasitas masing-masing 80 kW, 120 kW dan 50 kW atau total 250 kW. Selain itu, satu desa telah berlistrik yang mendapat aliran dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sedangkan tiga desa lainnya belum berlistrik.
Untuk kebutuhan bahan bakar PLTD 2x500 kW di Enggano, setiap bulannya membutuhkan 5 ton solar dan oli 40 liter dengan beban biaya seluruh operasional pembangkit mencapai Rp 56 juta.
Sebanyak 75 persen penduduk di Enggano merupakan pelanggan 900 VA dengan tarif listrik Rp 1.467/kWh. Sementara itu, biaya pokok produksi khusus di Enggano mencapai Rp 7.450/kWh.
"Walaupun BPP (Biaya Pokok Penyediaan) memang tinggi namun kami sadar, listrik yang baik akan membantu warga untuk dapat membangun dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik, dengan listrik yg andal, anak-anak bisa belajar serta perekonomian mulai menggeliat, untuk itulah penyediaan listrik untuk warga yang utama," imbuh Daryono.
Sebagai informasi, hingga Oktober 2017 ini di wilayah kerja PLN WS2JB telah dioperasikan Listrik Pedesaan secara keseluruhan sebanyak 12 desa baru dan delapan desa lama di Sumatera Selatan; lima desa baru dan dua desa lama di Jambi; serta empat desa baru di Bengkulu.
Dari sejumlah desa yang direncanakan untuk dapat dialiri listrik pada tahun 2017 ini sebanyak 59 Desa (40 desa baru, 19 desa lama) di Sumatera Selatan, 50 desa (37 desa baru, 13 desa lama) di Jambi dan 55 Desa (12 desa baru, 43 desa lama) di Bengkulu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




