Kuartal III, Laba Bank Jatim Naik Capai Rp 1,01 T

Rabu, 25 Oktober 2017 | 18:55 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi PT Bank Jatim Tbk Suudi (tengah) bersama Investor Relation Head Slamet Purwanto (kanan) dan Investor Relation Lukas Yudhi (kiri) saat analyst meeting dan press conference kinerja kuartal III-2017 di Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017.
Direktur Bisnis Menengah dan Korporasi PT Bank Jatim Tbk Suudi (tengah) bersama Investor Relation Head Slamet Purwanto (kanan) dan Investor Relation Lukas Yudhi (kiri) saat analyst meeting dan press conference kinerja kuartal III-2017 di Jakarta, Rabu 25 Oktober 2017. (Beritasatu Photo/Whisnu Bagus)

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) hingga kuartal III-2017 mencatat laba bersih Rp 1,01 triliun naik 21,18 persen dibandingkan kuartal III-2016. Naiknya pendapatan bunga yang dikontribuskan kredit menjadi pemicu kenaikan laba perseroan.

"Hingga kuartal III-2017, kredit yang disalurkan Bank Jatim Rp 30,6 triliun atau naik 3,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016 (yoy)," kata Direktur Menengah dan Korporasi Bank Jatim, Su’udi dalam paparan kinerja perseroan di Jakarta, Rabu (25/10).

Dia mengataan, kenaikan kredit ditopang pembiayaan sektor konsumer yang naik 8,64 persen (yoy). Namun kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melemah 2,1 persen dan kredit komersial tergerus 6,9 persen yoy.

Penyaluran kredit turut mendorong pendapatan bunga bersih yang naik 3,38 persen menjadi Rp 2,62 triliun.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim hingga kuartal III-2017 tumbuh 6,86 persen menjadi Rp 43,9 triliun. Sementara aset Bank Jatim naik sebesar 7,34 persen menjadi Rp 53,3 triliun.

Adapun rasio keuangan seperti net interest margin (NIM) sampai September 2017 sebesar 6,82 persen atau lebih tinggi dibanding periode sama 2016 sebesar 6,7 persen. Sedangkan BOPO sampai kuartal III-2017, sebesar 64,8 persen turun dari periode sama 2016 di level 71,15 pedsen.

Su'udi mengatakan, hingga akhir inni pertumbuhan laba perseroan akan mencapai 10 persen. Sedangkan kredit ditargetkan tumbuh 8,6 persen. Adapun angka kredit bermasalah (non performing loan/NPL) diproyeksi turun menjadi 3,8 persen.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon