Wika Realty Tetapkan Kupon 9,75%

Jumat, 27 Oktober 2017 | 06:50 WIB
DK
B
Penulis: Devie Kania | Editor: B1
Tamansari Semanggi, Jakarta salah satu proyek hunian vertikal Wika Realty.
Tamansari Semanggi, Jakarta salah satu proyek hunian vertikal Wika Realty. (istimewa)

JAKARTA – PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty) merilis surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) VI tahun 2017 senilai Rp 500 miliar.

Surat utang ini diterbitkan dengan tingkat kupon 9,75% per tahun. Penerbitan surat utang itu bagian dari rencana Wika Realty untuk mengemisi MTN hingga Rp 1,5 triliun dalam beberapa waktu ke depan. MTN IV diterbitkan dengan tenor tiga tahun atau jatuh tempo pada 27 Oktober 2020.

Tingkat kupon MTN IV 2017 lebih rendah dibandingkan penerbitan sebelumnya pada 2015 dan 2016. Berdasarkan data tingkat kupon MTN III tahun 2015 mencapai 11,5%. Sedangkan MTN IV tahap I dan II tahun 2016 dilepas dengan tingkat kupon 12,25%.

"Kami akan memanfaat dana hasil penerbitan MTN baru tersebut untuk modal kerja buka refinancing," ungkap Direktur Utama Wika Realty Agung Salladin kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (25/10).

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah menegaskan peringkat BBB+ untuk MTN III tahun 2015 dan IV pada 2016 yang diterbitkan Wika Realty. Peringkat yang sama juga Pefindo berikan untuk MTN yang bakal diterbitkan Wika Relaty tahun ini dengan target total Rp 1,5 triliun.

Meski demikian Pefindo justru merevisi outlook peringkat perusahaan Wika Realty dari positif menjadi stabil. Analis Pefindo Yogie Surya Perdana menjelaskan, besarnya jumlah utang perusahaan berpotensi tetap bertahan di tengah kinerja keuangan Wika Realty yang masih belum kondusif sampai semester I-2017.

Selain itu, Wika Realty juga menggunakan dana hasil suntikan modal sebesar Rp 1 triliun dari induk untuk mengakuisisi lahan. "Jadi bukan untuk melunasi utang, seperti yang kami semula antisipasi. Adapun pada 2016 net debt to ebitda Wika Realty rendah dengan posisi 2,4 kali, tapi saat semester I-2017 naik menjadi 17,8 kali," papar Yogie.

Ke depan, menurut dia, Pefindo dapat merevisi outlook, apabila Wika Realty bisa memperbaiki tingkat leverage keuangan secara berkelanjutan dan mampu memperkuat posisinya di pasar.

"Sehingga harapannya anak usaha Wijaya Karya tersebut dapat membukukan kenaikan pendapatan yang cukup signifikan ke depan." ujar dia.

Menilik data Pefindo, sampai September 2017, sejumlah korporasi telah menerbitkan MTN senilai Rp 9,9 triliun.

Terkait itu, sebelumnya VP Head of Division Corporate Ratings Pefindo Niken Indriarsih mengakui, belakangan ini terdapat tren lonjakan penerbitan MTN oleh korporasi. Bahkan, mengacu kepada mandate pemberian peringkat atas surat utang korporasi yang Pefindo raih sampai 19 Oktober lalu, terdapat rencana emisi MTN sebesar Rp 14 triliun.

"Sedangkan, total mandate pemberian peringkat untuk surat utang korporasi yang Pefindo raih sebesar Rp 30,55 triliun," papar Niken.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon