Bima Arya: Kebersamaan dan Persatuan Harus Diperjuangkan
Sabtu, 28 Oktober 2017 | 06:52 WIB
Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kebersaman dan persatuan harus diperjuangkan agar tetap lestari. Menurut Bima, yang menjadi tantangan masyarakat Indonesia saat ini adalah hidup bersama dalam keberagaman dan persatuan.
"Kita percaya, perbedaan adalah keniscayaan. Keberagaman adalah keharusan. Tapi, kebersamaan dan persatuan harus selalu diperjuangkan," ujar Bima Arya Sugiarto saat memberikan sambutan di acara Pembukaan Rapimnas II Pemuda Katolik di Hotel Padjajaran Suites, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/10).
Selain Bima Arya, hadir juga Staf Ahli Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan Puan Maharani, Ghafur Dharmaputra, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Uskup Keuskupan Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur, Pastor Moderator Pemuda Katolik Johanes Hariyanto, dan Ketua Umum Pemuda Katolik yang juga menjabat Bupati Landak Karolin Margret Natasa.
Bima menyebutkan bahwa sejarah kota Bogor adalah sejarah kebersamaan dalam keberagaman. Sejarah ini, kata dia, sudah diketahui, siapa saja yang lahir bersar di Kota Bogor termasuk dirinya yang sudah lima generasi tinggal di Kota Bogor.
"Kita lihat di Kota Bogor, gereja dan masjid berdampingan. Kita lihat juga bagaimana di Vihara tertua di Indonesia yang ada di Kota Bogor, setiap bulan Ramadan, selalu meriah dengan kegiatan-kegiatan yang memadukan antara aktivitas vihara dengan aktivitas saudara-saudara muslim. Berbuka puasa dan lain sebagainya," ungkap dia.
Bima juga menegaskan, jangan sampai satu-dua kasus yang merusak keberagaman dan menjadi perhatian nasional, merusak apa yang sudah dibangun ratusan tahun di Kota Bogor. Dia mengakui bahwa tantangan semua pihak untuk menjaga kebersamaan dalam keberagaman.
"Jadi, jangan samapi urusan Pilkada, urusan Pilgub, urusan Pileg, urusan Pilpres, memecah kita semua, mengoyak semangat kita semua. Jangan sampai," tandas dia.
Lebih lanjut, Bima mengatakan apa diangkat oleh Pemuda Katolik dengan slogannya pro ecclesia et patria, selaras dengan semangat pemerintahan Bogor. Semangat tersebut adalah semangat memadukan antara keimanan dengan kebangsaan dan keindonesiaan dengan religiositas.
"Istilahnya nasionalisme dengan religiousitas. Seperti pro ecelsia et patria, semangat memadukan antara gereja dan kebangsaan kita," tutur dia.
Bima juga menyampaikan terima kasih kepada Pemuda Katolik yang menyelenggarakan Rapimnas di Bogor. Menurut dia, Bogor dipilih bukan kebetulan, tetapi memang karena Bogor merupakan tempat cocok untuk menyelenggarakan Rapimnas II Pemuda Katolik.
"Salah satu alasannya karena Kota Bogor ini, dulu saat zaman kolonial Belanda dikenal sebagai kota yang aman, nyaman tanpa masalah. Jadi, zaman dulunya, kalau orang pusing di Batavia, ingin nyaman, yah ke Bogor. Ada masalah di tempat lain, ke Bogor dan selesai masalahnya. Makanya, Presiden Jokowi senang tinggal di Bogor. Masalah selesai, nggak juga, tapi lebih tenang saja beliau (Jokowi) di sini," ujar Bima yang disambut tertawa dan tepuk tangan peserta Rapimnas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




