Ribuan Masyarakat Padati Kirab Kebangsaan di Pluit

Sabtu, 28 Oktober 2017 | 19:02 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Ribuan masyarakat memadati kirab kebangsaan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke 89 di kawasan Muara Karang, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 28 Oktober 2017.
Ribuan masyarakat memadati kirab kebangsaan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda ke 89 di kawasan Muara Karang, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu 28 Oktober 2017. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Kirab kebangsaan memperingati hari Sumpah Pemuda ke-89 diikuti oleh ribuan masyarakat dari seluruh perwakilan RT/RW hingga setiap kelurahan di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (28/10).

Kegiatan yang dilakukan awal di Jalan Pluit Karang Indah Timur pinggir Kali kemudian berjalan melintasi di tenda yang terletak di kawasan Jalan Muara Karang Raya perbatasan Jalan Pluit Karang Sari dengan Jalan Pluit Karang Jelita.

Kirab dimulai pukul 15.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dan dilanjutkan hingga malam hari untuk mengumumkan tim mana yang menjadi pemenang kirab.

"Ini sudah kita konsep-kan sejak dua Minggu lalu atas gagasan dan ide dari masyarakat dan dukungan semua pihak," ujar Camat Penjaringan, Muhammad Andri, Sabtu (28/10) sore usai pagelaran kirab selesai.

Disebutkannya ada total 5 kelurahan yang berpartisipasi di wilayah Penjaringan terdiri dari 72 Rukun Warga dengan jumlah 51 unit parade dengan berbagai konsep yang berbeda.

"Ada Reog Ponorogo, ada kapal nelayan dari RW20 Pluit, ada juga paskibra, dan diakhiri dengan pertunjukan barongsai," tambahnya.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Husein Murad menyebutkan bahwa kitab kebangsaan yang dilakukan di Penjaringan diharapkan bisa menjadi event tahunan.

"Sungguh dengan kirab ini menunjukkan kekayaan bangsa kita. Ada kurang lebih 1.100 bahasa dan 700 suku bangsa dengan beragam kebudayaan dan adat istiadatnya," kata Husein.

Ia yakin jika festival sejenis dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan maka akan menjadi daya tarik pariwisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Semua masyarakat bersukacita dalam sebuah kemeriahan dengan bingkai Pancasila. Setiap dari setiap lapisan masyarakat maupun semua agama bersatu dalam acara ini," tuturnya.

Kapolsek Metro Penjaringan, AKBP Anwar Haidar menyebutkan keberadaan festival itu membuat semua masyarakat merasa terharu dan mengingat perjuangan bangsa.

"Ini menunjukkan bahwa wilayah Penjaringan memiliki kerukunan yang sangat baik. Ribuan masyarakat, melibatkan semua lapisan, artinya masyarakat cinta akan persatuan dan NKRI," kata Anwar.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon