Mahasiswa UMT Senang Bisa Berbagi Kreativitas

Senin, 30 Oktober 2017 | 14:30 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Sejumlah mahasiswa Universitas Mpu Tantular membuat kerangka hidroponik di Panti Asuhan Sosial Anak Putera Utama V di Duren Sawit, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Sejumlah mahasiswa Universitas Mpu Tantular membuat kerangka hidroponik di Panti Asuhan Sosial Anak Putera Utama V di Duren Sawit, Jakarta Timur, baru-baru ini. (istimewa/istimewa)

Jakarta – Sejumlah mahasiswa Universitas Mpu Tantular melakukan kegiatan sosial di beberapa tempat sepanjang pekan lalu. Mereka berbagi kreativitas dengan anak-anak yang dirawat di rumah sakit, dengan anak jalanan, warga di perkampungan kumuh, hingga anak panti asuhan.

Beberapa tempat yang dikunjungi adalah Panti Asuhan Santunan Keluarga Muhammadiyah dan A’Isyiyah dan Panti Yatim Indonesia di Rawamangun, lalu Yayasan Nurul Ihsan di Buaran, poli anak Rumah Sakit Persahabatan, Rumah Belajar Amizan Amanah, dan Panti Asuhan Sosial Anak Putra Utama I di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Di sana, para mahasiwa itu mengajar berhitung, bahasa, dan menggambar. Selain itu, juga mengajarkan membuat barang bekas menjadi barang berharga, mengajarkan penerapan sistem tanaman hidroponik. Di setiap kegiatan, mereka selingi dengan aktivitas menghibur, bernyanyi, serta memberi pembekalan motivasi dan semangat hidup.

"Menjadi kebanggaan tersendiri buat kami bisa terjun langsung bertemu masyarakat, terutama di permukiman kumuh. Semoga ini menjadi motifasi dan hiburan buat adik-adik yang kami kunjungi," tutur Herfin Noel, salah satu mahasiswa UMT, Senin (30/10).

Ia mengaku bangga bisa memberi pembelajaran yang berarti dan bermanfaat untuk bekal anak-anak yang ia temui ke depannya. Noel juga berharap anak-anak panti asuhan yang ia temui dapat terus berkembang dan meraih cita-cita mereka menuju kesuksesan.

Hal senada dikatakan Linggom S. Ia mengaku sukacita bisa berbagi pengetahuan dan kemampuan dalam mengajak anak-anak untuk kreatif memanfaatkan barang yang tidak bernilai menjadi berharga. "Ini juga bisa menjadi usaha kecil-kecilan untuk adik-adik di panti asuhan," tambah dia.

Sementara itu, Yuni Isnaeni, pengurus Yayasan Panti Nurul Ihsan menyambut baik kunjungan para mahasiswa dan UMT itu.

"Kunjungannya berbeda dengan yang lain. Biasanya kami hanya didatangi dan diberikan sumbangan sembako dan lainnya. Tetapi baru pertama kali ini kami diberi pembelajaran langsung, pengabdian masyakarat yang kreatif dari mahasiswa UMT," tutur dia.

Dijelaskan, para mahasiswa itu mengajak anak-anak untuk peduli lingkungan, hidup bersih, mengajak anak-anak panti untuk menabung dan berwirausaha kecil-kecilan dari barang daur ulang.

Hal senada dikatakan Mah'fan, pengurus Panti Asuhan Santunan Keluarga Muhammadyah & Aisyiyah. "Ini jelas sangat berguna bagi anak-anak, mereka bisa mendapatkan ilmu baru dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari," tutur dia.

Dosen UMT pengampu mata kuliah Kreatifitas Serepina Tiur Maida menjelaskan, para mahasiswa juga melakukan penggalangan dana hasil penjualan produk kreatifitas mereka, termasuk dari pengumpulan barang-barang bekas layak pakai.

"Juga ada penggalangan dana dari hasil mengamen, juga santunan yang diberikan universitas yang diserahkan sekaligus di akhir acara," tutur Serepina.

Ia menjelaskan, kegiatan itu didukung Ketua Yayasan Budi Murni Jakarta Budi P Sinambela serta istrinya Dewi Christina Sitorus, Rektor UMT Mangasi Panjaitan, kemudian Ketua Badan Pembina Harian UMT Riston Marpaung, Warek 1 Bidang Akademik Bambang Rismadi, Warek 3 Bidang Kemahasiswaan Suyitno, Ketua Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMT Edison Manurung, Ketua Sistem Penjaminan Mutu Internal UMT Martahan Sitourus, dan seluruh dekan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon