Sempat Tutup Akibat Imbas Gunung Agung, Puskesmas Selat Karangasem Kembali Beroperasi

Minggu, 5 November 2017 | 08:10 WIB
IM
WP
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: WBP
Warga mengangkut barang ke atas kendaraan bak terbuka dengan latar belakang Gunung Agung saat akan meninggalkan posko pengungsian di wilayah Sukahat, Lokasari, Karangasem, Bali, 30 Oktober 2017.
Warga mengangkut barang ke atas kendaraan bak terbuka dengan latar belakang Gunung Agung saat akan meninggalkan posko pengungsian di wilayah Sukahat, Lokasari, Karangasem, Bali, 30 Oktober 2017. (Antara/Fikri Yusuf)

Karangasem - Sempat ditutup karena status Gunung Agung, mulai Senin depan (6/11), Puskesmas Selat di Kabupaten Karangasem, Bali kembali melayani masyarakat. Namun untuk sementara, hanya untuk rawat jalan dan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam. Sedangkan pasien rawat inap akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) terdekat.

"Kami baru melakukan persiapan dan berdoa dengan matur piuning. Mulai Senin baru bekerja, namun kita hanya melayani rawat jalan dan UGD saja. Kalau ada pasien yang harus mendapat rawat inap maka akan kami rujuk," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesehatan Puskesmas Selat, Ni Made Dwindahari saat ditemui di sela-sela mepiuning, di Karangasem, Bali, Sabtu (4/11).

Setelah Gunung Agung naik statusnya menjadi level awas, Puskesmas Selat pindah ke dua tempat yakni Sidemen dan Rendang, sesuai instruksi Dinas Kesehatan agar memberikan pelayanan di lokasi pengungsian yang terdekat. Sementara dari total tenaga kesehatan 81 orang, ditugaskan di Sidemen 45 orang, Rendang 33 orang, Karangasem 2 orang dan Bebandem 1 orang.

Di sisi lain, belum usai acara doa, sudah ada warga Wayan Artha Weda asal Wates Tengah, Duda Timur, Selat, Karangasem datang untuk meminta rujukan dari Puskesmas Selat. "Katanya sekarang akan diperiksa oleh dokternya, untuk surat rujukannya disuruh nyari ke Sidemen karena peralatannya masih ada disana katanya," ujarnya.

Pulang
Sementara semua pengungsi atau 21 pengungsi Gunung Agung yang tinggal di Posko pengungsian di Kecamatan Tabanan tepatnya di wantilan Desa Adat Pakraman Kota Tabanan, pulang ke kampung halamannya.

Selain karena status Gunung Agung yang sudah turun dari level Awas menjadi Siaga, kepulangan pengungsi untuk merayakan hari Raya Galungan.

Pantuan di lapangan posko yang berdekatan dengan setra Desa Pakraman Kota itu pintunya telah tertutup rapat. Begitu pula bekas logistik sudah dipindahkan. Hanya tertinggal spanduk Posko Pengungsian.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon