Keluarga Korban Kebakaran Pabrik Kembang Api Minta Ganti Rugi

Senin, 6 November 2017 | 13:20 WIB
BM
WP
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: WBP
Anggota Inafis Bareskrim Polri melakukan olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, 27 Oktober 2017.
Anggota Inafis Bareskrim Polri melakukan olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, 27 Oktober 2017. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Keluarga korban peristiwa kebakaran pabrik kembang api, di kawasan Kompleks Pergudangan 99, Jalan Raya Salembaran, Cengklong, Kosambi, Tangerang, meminta PT Panca Buana Cahaya Sukses memberikan ganti rugi.

"Iya itu otomatis keluarga korban menuntut ganti rugi. Karena, misalnya ada anak di bawah umur itu yang mau menikah, ada juga anak yang semata wayang. Bisa dibayangkan kalau anak semata wayang sudah meninggal, betapa sedihnya keluarga korban," ujar Osner Johnson Sianipar, selaku kuasa hukum keluarga korban, Senin (6/11).

Dikatakan, ada 29 orang korban dari Desa Belimbing, Kosambi, yang menjadi korban. Sebanyak 10 di antaranya merupakan anak di bawah umur. "Iya ada 10 orang anak yang dipekerjakan. Data yang diterima dari keluarga korban dan kepala desa. Semua anak di bawah umur itu perempuan, termasuk yang mau menikah," ungkapnya.

Ia menyampaikan, pihak perusahaan memang sudah melakukan ganti rugi kepada beberapa korban. Namun cara yang digunakan dinilai tidak adil. "Perwakilan perusahaan sudah ada yang mendatangi tapi tidak ke semua keluarga korban, hanya sebagian saja. Dikasih uangnya juga variatif, ada yang Rp 3 juta untuk tahlilan, kami juga dengar ada yang dikasih Rp 25 juta," katanya.

Menurutnya, pembagian yang tidak merata ini membuat perangkat desa dan keluarga merasa diperlakukan tidak adil. "Ini mereka belum selesai berduka. Ada masa tahlilan. Tapi hanya ke beberapa orang saja. Bayarannya pun berbeda. Ini kan duka massal ya. Ada dong kebersamaan, jangan polanya seperti itu dong. Harusnya didudukan secara bersama. Sehingga bisa satu pintu," jelasnya.

Menurut dia, insiden ini merupakan duka massal. "Kalau misalnya nggak ada yang lain jadi korban, silakan lah. Ini kan dari Desa Belimbing ada lebih kurang 29 orang. Kepala desanya kan merasa tidak dihargain. Kepala desa ikut membantu warganya menjadi korban," tambahnya.

Menurutnya, warga Desa Belimbing masih berduka atas peristiwa kebakaran hebat tersebut. Rencananya, mereka akan menggelar tahlilan di lokasi kejadian. "Saya lihat itu semalam mereka saling merasakan duka tetangganya. Bahkan kalau nggak salah minggu-minggu ini, mereka ingin membuat tahlilan di TKP. Nanti pihak kepala desa dan lurah juga kemungkinan hadir ke sana," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon