BNI Wujudkan Mimpi Veteran Lihat Monas
Jumat, 10 November 2017 | 16:47 WIB
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali memberikan apresiasi kepada para Anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Ini adalah bentuk dari program yang diinisiasi Kementerian BUMN RI dalam memberikan penghargaan kepada veteran pada Hari Pahlawan pada 10 November 2017.
Corporate Secretary BNI Kiryanto mengatakan, upaya BNI ini adalah kelanjutan dari program bedah rumah veteran yang dilakukan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2017 lalu. Kali ini, para veteran yang mendapatkan bantuan bedah rumah akan diberikan apresiasi oleh BNI.
"Bentuk apresiasinya kami akan turuti keinginannya. Ini sebuah program humanis untuk para veteran. Ada yang ingin ke Jakarta lihat istana, ada yang ingin napak tilas perjuangannya dan lain-lain. Ini merupakan bentuk apresiasi dari Kementerian BUMN RI," terang Kiryanto dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Kamis (9/11).
Para legiun veteran tersebut akan ditanya apa keinginan mereka yang belum tercapai. Dua veteran yang diberikan bantuan oleh BNI melalui program ini adalah Dalijan dan Kawit, dua veteran yang berasal dari Yogyakarta. Keduanya menyampaikan keinginan untuk pergi ke Jakarta.
BNI kemudian memberangkatkan mereka pada 9 November 2017 pagi dan tiba di Jakarta pada siang hari. Keduanya langsung dibawa jalan-jalan mengitari Ibu Kota. Ada dua tempat khusus yang Pak Dalijan dan Pak Kawit ingin sekali kunjungi yaitu jalan-jalan ke Monas dan Istana Negara.
Dalijan (77), yang sudah puluhan tahun tidak menginjakkan kaki di Jakarta mengaku kaget dan takjub melihat perubahan yang terjadi pada Ibu Kota. Yang paling jelas adalah wajah Jakarta yang dulu tak banyak gedung-gedung bertingkat kini sepanjang mata memandang adalah jajaran gedung pencakar langit.
"Saya terakhir ke Jakarta tahun 1960. Saya kaget, luar biasa Jakarta sekarang. Dulu gedung, hotel, hanya 1-2 saja, sekarang ratusan. Luar biasa Jakarta sekarang," kesan Dalijan begitu tiba dan jalan-jalan di Jakarta.
Dalijan yang pernah mengenyam pendidikan di Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO AL) di Jakarta ini juga kaget dengan lalu lintas di Jakarta yang padat. Dia senang campur kaget dan tak menyangka perubahan Jakarta. "Saya senang sekali dan heran. Kendaraan itu belum seberapa, saya dari Gambir ke Senen itu lari cepat sekali karena dekat. Sekarang, heran sekali saya banyak sekali bangunan ini," tambah dia.
Sementara itu, Kawit (94), veteran lain yang juga sebelumnya dapat bantuan bedah rumah dari BNI mengaku senang sekali bisa datang ke Jakarta. Terakhir kali Kawit datang ke Jakarta tahun 1955.
"Saya senang dan terkesan sekali dengan Jakarta, terakhir kali ke sini tahun 1955, Jakarta belum seperti ini. Saya takjub meski agak pusing lihat banyak mobil dan gedung menjulang tinggi. Tapi Jakarta hebat dan saya sangat senang dan nyaman," ujar Kawit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




