AXA Mandiri Hadirkan Kembali Care Corner di RSPP

Kamis, 16 November 2017 | 08:07 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Presiden Direktur AXA Mandiri Jean Philippe Vandenschrick (kanan) menandatangani naskah kerja sama dengan Direktur Medis Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Abdul Haris Tri Prasetyo saat peresmian AXA Mandiri Customer Care Corner di RSPP, Jakarta, Rabu, 15 November 2017.
Presiden Direktur AXA Mandiri Jean Philippe Vandenschrick (kanan) menandatangani naskah kerja sama dengan Direktur Medis Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Abdul Haris Tri Prasetyo saat peresmian AXA Mandiri Customer Care Corner di RSPP, Jakarta, Rabu, 15 November 2017. (istimewa)

Jakarta - Perusahaan asuransi jiwa PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) terus berupaya meningkatkan layanan kepada nasabah. Termasuk mendekatkan diri ke nasabah.

Kali ini, AXA Mandiri hadir lebih dekat menjangkau nasabah dengan meluncurkan kembali AXA Mandiri Care Corner di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.

Layanan itu sebenarnya sudah ada sejak 2013 untuk memenuhi kebutuhan akan kemudahan dan kenyamanan akses pelayanan kesehatan. Kini, lokasi AXA Mandiri Care Corner semakin strategis dengan menempati area depan pintu masuk utama RSPP, sehingga memudahkan nasabah untuk mengaksesnya.

"Nasabah memerlukan pelayanan yang tepat sasaran di mana saat mereka mendapatkan perawatan kesehatan, saat itu juga mereka dapat melakukan klaim asuransi kesehatan, sehingga proses klaim yang semula membutuhkan waktu relatif lebih lama, kini dapat dipersingkat dengan adanya layanan Care Corner di RSPP," ujar Presiden Direktur AXA Mandiri Jean Philippe Vandenschrick saat meresmikan AXA Mandiri Care Corner bersama Direktur Medis RSPP dr Abdul Haris Tri Prasetyo, Sp.PD, Rabu (15/11).

Dia menjelaskan, AXA Mandiri Care Corner adalah kantor perwakilan pelayanan nasabah AXA Mandiri yang ditempatkan di salah satu rumah sakit terbaik di Indonesia sehingga proses klaim dapat dilakukan langsung di rumah sakit.

AXA Mandiri Care Corner adalah salah satu bukti konsistensi perusahaan untuk tetap fokus terhadap kebutuhan nasabah akan layanan komprehensif.

Nasabah dapat memanfaatkan AXA Mandiri Care Corner untuk pengajuan klaim asuransi kesehatan secara regular maupun layanan AXA Mandiri Express Claim, atau layanan pembayaran klaim kesehatan nasabah secara cepat hanya dalam waktu 10 menit dengan nominal maksimal Rp 10 juta.

"Tidak seperti kebutuhan lainnya yang langsung terasa manfaatnya, manfaat asuransi baru akan terasa saat nasabah mengalami risiko atau mengalami kesulitan ekonomi di saat masalah kesehatan timbul," tutur Philippe.

Menurut dia, Customer Care Corner bertujuan agar nasabah memperoleh pengalaman berasuransi melalui proses klaim yang dilayani profesional sehingga dapat mendukung kualitas hidup nasabah menjadi lebih baik. Hal ini sesuai tujuan perusahaan yaitu to empower people to live a better life (memperkuat masyarakat untuk hidup lebih baik).

Ia menambahkan, layanan itu semakin melengkapi layanan nasabah yang sudah ada sebelumnya yakni AXA Mandiri Mobile Service berupa layanan armada bergerak untuk kebutuhan asuransi nasabah. Kemudian layanan AXA Mandiri Akses, layanan berbagai saluran komunikasi untuk informasi polis, lalu AXA Mandiri Quick Response berupa layanan penjemputan dokumen klaim dan kelengkapannya ke tempat nasabah prioritas di Jakarta. Selain itu ada AXA Mandiri Express Claim yakni layanan klaim cepat, serta layanan melalui aplikasi WhatsApp messenger untuk pengajuan klaim.

Kinerja Meningkat

Sejumlah layanan itu dihadirkan untuk memberi kepuasan kepada nasabah. Hal itu juga yang membuat AXA Mandiri masih menduduki peringkat teratas di jalur distribusi bancassurance. AXA Mandiri merupakan perusahaan patungan antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan AXA S.A yang berdiri pada 2003. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada 2016 lalu, AXA Mandiri menguasai 18,6 persen pangsa pasar bancassurance di Tanah Air.

Saat ini, AXA Mandiri memiliki jalur distribusi in-branch, telemarketing, dan korporasi dengan diperkuat lebih dari 2.000 Financial Advisor di lebih dari 1.500 cabang Bank Mandiri dan 700 cabang Bank Syariah Mandiri di seluruh Indonesia. AXA Mandiri juga didukung lebih dari 500 Sales Officer pada jalur telemarketing dan korporat.

Sepanjang 2016 lalu, AXA Mandiri mencetak kinerja memuaskan dengan meraih laba bersih Rp 1,3 triliun.

Total aset juga tumbuh 13,1 persen dari Rp 22,4 triliun di 2015 menjadi Rp 25,36 triliun di akhir 2016. "Salah satu strategi yang kami terapkan yaitu dengan selalu memantau perubahan tingkat suku bunga dan fluktuasi nilai tukar," ujar dia.

AXA Mandiri juga mencatat kenaikan pada pendapatan premi bersih, yaitu naik dari Rp 7,73 triliun menjadi Rp 8,01 triliun yang disebabkan pertumbuhan bisnis polis baru dan peningkatan premi lanjutan. Pendapatan premi produk unit link masih menjadi kontributor besar pada pendapatan bruto yaitu sebesar Rp 6 triliun. Sementara, pendapatan premi asuransi tradisional tercatat Rp 2,1 triliun atau meningkat 11,2 persen dibanding tahun 2015 yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Produk syariah juga menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan kontribusi Tabarru’ pada 2016 sebesar Rp 19,8 miliar. Jumlah itu naik 16,3 persen dibanding 2015 yang sebesar Rp 17 miliar.

Catatan menarik lainnya, peningkatan ekuitas 6,5 persen, dari Rp 2,1 triliun pada 2015 menjadi Rp 2,3 triliun pada 2016. Peningkatan ini menunjukkan bahwa AXA Mandiri berada dalam kondisi baik untuk menjalankan bisnis asuransi, sekaligus mempengaruhi angka RBC untuk tetap berada di atas batas yang ditentukan. Saat ini pencapaian RBC AXA Mandiri sebesar 381 persen dengan batas RBC yang baik di angka 120 persen untuk produk asuransi konvensional.

Jean-Philippe melanjutkan, pencapaian memuaskan lainnya disumbangkan pendapatan investasi AXA Mandiri yang tercatat Rp 1,7 triliun. Hal itu menggambarkan meningkatkan kinerja investasi khususnya pada jenis surat berharga dan reksadana yang dimiliki AXA Mandiri, sejalan dengan kondisi pasar modal di Indonesia pada tahun 2016 yang membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesi atau AAJI memproyeksikan pertumbuhan premi industri asuransi jiwa mampu tumbuh mencapai dua digit, yakni pada kisaran 20-30 persen pada semester I tahun 2017 lantaran kondisi makro ekonomi yang membaik.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menilai, rata-rata premi sejumlah perusahaan asuransi jiwa dapat meningkat signifikan. Hal itu karena meningkatnya performa ekonomi nasional hingga semester 1/2017. "Selain itu, peningkatan terjadi karena dorongan agen baru, inovasi produk, dan bancassurance," kata dia.

Makanya ia berharap, pelaku industri asuransi jiwa dapat terus mengembangkan atau meningkatkan performa kinerja. Berdasarkan kinerja asuransi jiwa pada kuartal I/2017 yang dirilis AAJI menunjukkan total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 43,17 triliun atau tumbuh 25,5 persen. Angka ini lebih besar dari pencapaian kuartal I/2016 yang tercatat sebesar Rp 34,4 triliun.

Dari total pendapatan premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 43,17 triliun tersebut, sebesar Rp 25,79 triliun berasal dari premi bisnis baru, sedangkan Rp 17,38 triliun dari premi lanjutan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon