Penjualan 88Avenue Capai 80 Persen

Sabtu, 18 November 2017 | 23:38 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Luki Theta Handayani Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Realty, Kevin Sanjoto Managing Director 88AVENUE, Ghozi Perdana Project Director 88AVENUE saat menjelaskan maket 88AVENUE megaproyek Waskita Karya Realty.
Luki Theta Handayani Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Karya Realty, Kevin Sanjoto Managing Director 88AVENUE, Ghozi Perdana Project Director 88AVENUE saat menjelaskan maket 88AVENUE megaproyek Waskita Karya Realty. (Istimewa)

Surabaya - PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) mengembangkan megaproyek 88Avenue yang berlokasi di CBD Segi 8 Darmo Permai. Proyek mixed use ini terdiri dari 8 tower dan dilengkapi dengan 28 fasilitas yang terintegrasi.

Managing Director 88Avenue, Kevin Sanjoto, mengatakan, sampai saat ini penjualan unit dari 2 tower yang sedang dalam tahap pembangunan, mendapat respon positif dari konsumen dan investor. Untuk tower apartemen sudah terjual 80 persen, dan tower SOHO sekitar 50 hingga 60 persen.

"Total luasan dari 8 tower 88Avenue 288.000 meter persegi, terbesar di Surabaya. Apartemen ini mempunyai spesifikasi high end dengan harga middle low. Untuk 1 unit apartemen tipe 1 bedroom saat ini harganya mulai Rp 900 juta atau Rp25 juta per meter persegi," ujar Kevin, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (18/11).

Menurutnya, megaproyek ini dijadwalkan selesai untuk 2 tower dengan topping off pada Agustus 2018 dan hand over awal 2019. Sedangkan investor yang sudah membeli unit apartemen, kata Kevin, berasal dari seluruh Indonesia dimana 50 sampai 60 persen warga Surabaya.

"Sedangkan untuk SOHO, relatif banyak dari Jepang, Korea dan Singapura, sisanya dari kawasan Indonesia Timur dan Jakarta," tambahnya.

Direktur Pengembangan Bisnis Waskita Realty, Luki Theta Handayani, menambahkan, untuk megaproyek 88Avenue ini, Waskita Realty mempunyai saham 51 persen dalam KSO Waskita Darmo Permai. "Untuk pembangunan 1 tower office dan 1 tower SOHO, menelan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun," jelasnya.

Sedangkan total 8 tower, kata Luki, dianggarkan Rp 20 triliun dengan perkiraan penyelesaian 1 tower 1 tahun, overlap minimal 10 tahun ke depan masih punya produk yang bisa dijual.

"Kami optimistis selalu meraih kesuksesan dengan konsep yang berbeda dan lokasi yang strategis dan memiliki nilai investasi tinggi. Terlebih di dunia properti sebenarnya tidak ada persaingan karena masing-masing punya keunikan tersendiri," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon