Trek Terpanjang Menanti Pembalap di Etape 3 TdS 2017
Senin, 20 November 2017 | 07:22 WIB
Muaro Sijunjung - Memasuki etape ke tiga Tour de Singkarak (TdS) 2017 para pembalap akan berlomba di lintasan dengan jarak terpanjang, yakni dari Muaro Sijunjung menuju Dharmasraya sejauh 161,3 kilometer, Senin (20/11).
Bendera start etape ketiga akan dikibarkan di depan Gedung Pancasila tepat pada pukul 10.00 WIB.
Berbeda dari etape 2, drama pertarungan sekitar 102 pembalap yang masih tersisa dari 20 negara pada stage ini akan diwarnai dengan lintasan lurus dan landai. Para pembalap hanya akan disambut satu-satunya jalur tanjakan King of The Moutain (KOM) kategori 3 dengan ketinggian 311 mdpl yang berada di Tanjung Gading atau pada jarak 38,6 kilometer dari garis start.
Meski demikian, tak menutup kemungkinan bahwa persaingan sengit dan seru masih akan dirasakan para pembalap pada etape ini. Pasalnya, usai meluncur bebas dari jalur pendakian KOM tersebut, mereka akan dihadapkan pada trek landai dengan 3 titik sprint panjang yang masing-masing akan dihitung di Kliran Jao, Sungai Gambut dan Koto Baru.
Jarak titik sprint pertama dari garis finis sendiri berada pada kilometer 54,8 di Kliran Jao kemudian disusul titik sprint ke dua yang hanya berselisih 18,7 kilometer atau 73,5 kilometer dari garis start di Sungai Gabur dan disusul dengan feeding zone.
Perjuangan dari sprint 2 ke sprint 3 akan menempuh jarak 75,5 kilometer. Artinya, jarak tersebut harus dimanfaatkan betul oleh para pembalap untuk meraih catatan waktu terbaik saat melewati titik sprint 3 di Koto Baru sehingga pembalap yang mengantongi catatan waktu terbaik sprint terbaik pada stage ini nantinya berhak menerima green jersey (kaus hijau).
Etape ke tiga ini sekaligus menjadi ajang kualifikasi untuk mengumpulkan poin dari catatan akumulasi waktu hingga sembilan etape. Belum tentu juara etape sebelumnya akan kembali menang di etape ini.
Hal itu terbukti dari 2 etape sebelumnya yang mampu mengubah posisi klasemen sementara balapan karena juara etape pertama yaitu Robert Muller harus terlempar dari posisi 10 besar tercepat digantikan Daniel Whitehouse usai memenangi etape 2. Yellow jersey tanda pimpinan perlombaan dan green jersey tanda yang terunggul pada lintasan sprint pun harus berpindah ke pembalap lain.
Keseruan lomba balap bergengsi tahunan di Ranah Minang ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi para masyarakat Sumatera Barat pada khususnya. Hal itu terlihat dari etape 1 dan 2 saat antusias warga terlihat sangat meriah. Mereka tumpah ruah ke jalan menyambut dan memberi dukungan langsung kepada para pembalap yang berlaga melewati wilayah tempat tinggal mereka.
TdS 2017 selain olahraga, kegiatan ini juga turut serta mempromosikan wisata daerah sejak 2009 lalu. Beberapa obyek wisata andalan di 18 kabupaten di Sumatera Barat ini mampu menarik wisatawan dan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




