Perkuat Kemitraan, Syngenta Tingkatkan Pelatihan untuk Petani
Rabu, 22 November 2017 | 08:29 WIB
Jakarta – Kemitraan dengan petani merupakan hal yang penting untuk membangun pertanian. Selama 17 tahun hadir di Indonesia, PT Syngenta Indonesia terus mengupayakan peningkatan produktivitas pertanian dengan berbagai inovasi teknologi dan terus memberikan pelatihan secara berkelanjutan kepada petani.
"Syngenta mendukung pertanian Indonesia selama 17 tahun terakhir. Kami menyediakan berbagai inovasi pertanian untuk membantu peningkatan produktivitas," kata Presiden Direktur PT Syngenta Indonesia Parveen Kathuria di Jakarta, Selasa (21/11).
Dikatakan, inovasi dan investasi dalam menopang dunia pertanian itu difokuskan pada riset dan pengembangan teknologi benih dan perlindungan tanaman agar memberikan manfaat bagi petani. Berbagai upaya tersebut harus didukung dengan kemitraan bersama petani sebagai salah satu pelaku utama dalam usaha pertanian.
Dalam empat tahun terakhir, Syngenta menerapkan program The Good Growth Plan merupakan komitmen Syngenta untuk membantu petani menghadapi tantangan kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Ada enam komitmen dalam The Good Growth Plan yang bertujuan membuat kontribusi terukur pada tahun 2020 dengan meningkatkan efisiensi sumber daya, meremajakan ekosistem, dan merevitalisasi masyarakat perdesaan.
Salah satu upaya dalam mendorong kemitraan itu adalah melalui pelatihan secara berkelanjutan sehingga adopsi teknologi yang dihasilkan bisa tepat sasaran.
Head of Corporate Affairs Syngenta Indonesia Midzon Johanis menjelaskan Syngenta sudah menjangkau hingga 500.000 petani setiap tahun melalui pusat pelatihan petani, klinik pertanian, jaringan petani, dan konsultasi petani. "Dalam sepuluh tahun terakhir Sygenta telah menjangkau sekitar 5 juta petani," kata Midzon.
Dengan pelatihan tersebut, aplikasi atas teknologi yang sudah diinisiasi Syngenta bisa memberikan hasil optimal. Melalui teknologi perlindungan tanaman dan pemanfaat benih yang baik telah mendorong petani meningkatkan produktivitasnya hingga 10-20 persen.
"Di Jawa Timur lebih dari 15.000 petani padi mendapatkan manfaat dari teknologi modern Syngenta yang mampu meningkatkan hasil produksi padi rata-rata 5-6 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare," kata Midzon.
Setiap tahun, kata dia, pihaknya menyediakan satu hingga tiga teknologi pertanian baru untuk petani. Satu teknologi baru, misalnya jagung yang tahan hama maupun padi hibrida, membutuhkan investasi sekitar 300 juta dollar AS. Investasi teknologi yang sangat mahal itu harus diaplikasikan secara tepat dan baik oleh petani.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




