Polda Metro akan Terus Tagih TNI soal Proyektil
Minggu, 6 Mei 2012 | 14:23 WIB
Polda Metro juga belum menerima keterangan dari kedua korban, baik keterangan tentang kejadian ataupun pelaporan tindakan penembakan.
Polda Metro Jaya menegaskan akan terus menagih pihak TNI untuk segera menyerahkan proyektil peluru yang ditembakkan kepada dua anggota TNI oleh pengemudi mobil Yaris putih. Sebab, sampai hari ini, pihak TNI belum menyerahkan proyektil tersebut. Padahal proyektil itu akan digunakan untuk kepentingan uji balistik di laboratorium forensik milik kepolisian.
"Kita akan terus tagih. Sebab, penyidik kami sangat membutuhkannya untuk melakukan uji balistik. Supaya dapat segera diketahui pelaku penembakan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (6/5).
Menurut Rikwanto, pihaknya sudah mengirimkan surat ke RSAL Mintoharjo, untuk mengambil proyektil tersebut. Namun hingga detik ini, belum ada jawaban apa pun dari RSAL. Dalam surat itu, Polda juga meminta baju yang digunakan oleh anggota TNI itu. "Ya, tetapi belum dapat tanggapan apapun. Tapi kami akan minta terus," ujarnya.
Meski begitu, Rikwanto membantah hal ini terjadi akibat ketidakkompakan tim gabungan TNI dan Polri dalam penyelidikan. "Tidak begitu. Kami (polisi dan TNI) masih berkoordinasi. Kami selalu saling bertukar informasi. Tim penyidik gabungan kami masih terus bekerja sama," tegasnya.
Terkait keterangan dari kedua korban penembakan, Rikwanto menegaskan bahwa pihaknya belum menerima, baik itu keterangan tentang kejadian ataupun pelaporan tindakan penembakan dari kedua anggota TNI tersebut. Padahal, penembakan yang terjadi pada dini hari itu jelas terjadi di ruang publik dan kewenangan penyelidikannya berada di tangan kepolisian.
Dalam menyelidiki kejadian ini, menurut Rikwanto, pihak kepolisian akhirnya membuat laporan model A atau laporan yang dibuat untuk penyidikan atas inisiatif polisi saat mengetahui ada tindak kejahatan. Artinya, bukan laporan model B, yakni laporan korban ke polisi atas terjadinya tindak kejahatan. Menurut Rikwanto pula, pihaknya juga masih belum mengetahui identitas penembak dari mobil Yaris tersebut, meski diakui sudah ada titik terang --namun belum bisa dibagikan untuk umum.
Seperti diketahui sebelumnya, seorang anggota Lembaga Farmasi TNI AL, Kelasi Sugeng Riyadi, dan Prajurit Dua Akbar Yudhi Aldiah, anggota Kostrad Divisi 2 Malang, terluka akibat tembakan yang dilepas seseorang yang berada di dalam mobil Toyota Yaris warna putih, pada 13 April 2012 dini hari di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Penembakan ini merupakan salah satu insiden dalam keributan "geng motor" yang merebak di Jakarta pada akhir Maret hingga medio April lalu.
Oleh karena ada dugaan keterlibatan oknum prajurit, penyelidikan atas kasus itu saat ini ditangani oleh tim gabungan dari TNI dan Polri. Dalam kejadian itu, Sugeng sendiri menderita luka tembak di telinga kanan, sementara Prada Akbar menderita luka tembak yang menembus di bagian dada. Proyektil hanya ditemukan di bagian telinga Sugeng.
Polda Metro Jaya menegaskan akan terus menagih pihak TNI untuk segera menyerahkan proyektil peluru yang ditembakkan kepada dua anggota TNI oleh pengemudi mobil Yaris putih. Sebab, sampai hari ini, pihak TNI belum menyerahkan proyektil tersebut. Padahal proyektil itu akan digunakan untuk kepentingan uji balistik di laboratorium forensik milik kepolisian.
"Kita akan terus tagih. Sebab, penyidik kami sangat membutuhkannya untuk melakukan uji balistik. Supaya dapat segera diketahui pelaku penembakan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (6/5).
Menurut Rikwanto, pihaknya sudah mengirimkan surat ke RSAL Mintoharjo, untuk mengambil proyektil tersebut. Namun hingga detik ini, belum ada jawaban apa pun dari RSAL. Dalam surat itu, Polda juga meminta baju yang digunakan oleh anggota TNI itu. "Ya, tetapi belum dapat tanggapan apapun. Tapi kami akan minta terus," ujarnya.
Meski begitu, Rikwanto membantah hal ini terjadi akibat ketidakkompakan tim gabungan TNI dan Polri dalam penyelidikan. "Tidak begitu. Kami (polisi dan TNI) masih berkoordinasi. Kami selalu saling bertukar informasi. Tim penyidik gabungan kami masih terus bekerja sama," tegasnya.
Terkait keterangan dari kedua korban penembakan, Rikwanto menegaskan bahwa pihaknya belum menerima, baik itu keterangan tentang kejadian ataupun pelaporan tindakan penembakan dari kedua anggota TNI tersebut. Padahal, penembakan yang terjadi pada dini hari itu jelas terjadi di ruang publik dan kewenangan penyelidikannya berada di tangan kepolisian.
Dalam menyelidiki kejadian ini, menurut Rikwanto, pihak kepolisian akhirnya membuat laporan model A atau laporan yang dibuat untuk penyidikan atas inisiatif polisi saat mengetahui ada tindak kejahatan. Artinya, bukan laporan model B, yakni laporan korban ke polisi atas terjadinya tindak kejahatan. Menurut Rikwanto pula, pihaknya juga masih belum mengetahui identitas penembak dari mobil Yaris tersebut, meski diakui sudah ada titik terang --namun belum bisa dibagikan untuk umum.
Seperti diketahui sebelumnya, seorang anggota Lembaga Farmasi TNI AL, Kelasi Sugeng Riyadi, dan Prajurit Dua Akbar Yudhi Aldiah, anggota Kostrad Divisi 2 Malang, terluka akibat tembakan yang dilepas seseorang yang berada di dalam mobil Toyota Yaris warna putih, pada 13 April 2012 dini hari di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Penembakan ini merupakan salah satu insiden dalam keributan "geng motor" yang merebak di Jakarta pada akhir Maret hingga medio April lalu.
Oleh karena ada dugaan keterlibatan oknum prajurit, penyelidikan atas kasus itu saat ini ditangani oleh tim gabungan dari TNI dan Polri. Dalam kejadian itu, Sugeng sendiri menderita luka tembak di telinga kanan, sementara Prada Akbar menderita luka tembak yang menembus di bagian dada. Proyektil hanya ditemukan di bagian telinga Sugeng.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




