Libur Akhir Tahun, Polri Antisipasi Ancaman Sweeping Ormas hingga Teror
Rabu, 29 November 2017 | 14:05 WIB
Jakarta— Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengantisipasi kenaikan harga sembako, terorisme, dan kemacetan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru mendatang. Untuk itu korps baju cokelat ini menggelar video conference bersama jajaran terkait Rabu (29/11).
"Sembako kita amankan, kedua aksi teror, ketiga kemacetan akibat libur panjang. Ini semua simulasi sudah kita kerjakan, koordinasi sudah dilakukan. Tak lama lagi masuk Desember, saya akan laksanakan koordinasi lintas sektoral," kata Tito di Mabes Polri.
Khusus untuk bidang sembako kemarin sudah dilaksanakan rapat koordinasi dipimpin Kabareskrim. Namun nanti Tito akan memimpin rapat di tingkat lanjutan. Masalah lalu lintas juga sudah dikerjakan Kakorlantas bekerja sama dengan Kemhub tahapan eselon satu.
"Nanti gongnya kita dan para menteri. Saya pikir jangan khawatir, yang besar seperti Lebaran saja kita tangani, Insha Allah kita bisa tangani dengan kerja sama, kekompakan, sinergi di lingkungan pemerintah, didukung masyarakat," urainya.
Soal antisipasi adanya sweeping ormas jelang natal, Tito mengatakan jika pihaknya akan melakukan langkah pendekatan dan sosialisasi kepada mereka. Menurutnya di level grassroot banyak yang tidak paham soal isu ini.
"Apapun juga ini adalah hari besar. Hari besar agama lain yang juga bebas kita laksanakan. Hari besar Natal kita akan memberikan perlindungan pelayanan. Termasuk tahun baru juga. Tahun lalu kita laksanakan dengan baik," tambahnya.
Polri akan bekerja sama dengan stakeholder lain seperti TNI, dan Pemda. Semua potensi gangguan diantisipasi. Tapi ini semua akan kembali pada masyarakat supaya mendukung untuk tertib.
"Soal pengamanan akan kita libatkan kelompok Islam, NU, Anshor, untuk bantu amankan gereja," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




