Pelabuhan Penyeberangan Merak Ditutup Sementara

Jumat, 1 Desember 2017 | 07:42 WIB
TD
IC
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: CAH
Sejumlah mobil pemudik akan menyeberang ke Pulau Sumatera mengantre di Dermaga III Pelabuhan Merak, Banten, 18 Juni 2017.
Sejumlah mobil pemudik akan menyeberang ke Pulau Sumatera mengantre di Dermaga III Pelabuhan Merak, Banten, 18 Juni 2017. (Antara/Asep Fatulrahman)

Jakarta - Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni ditutup sementara terkait cuaca buruk yang ekstrem dan gelombang tinggi di sekitar perairan Selat Sunda. Penutupan ini terhitung Kamis (30/11) pukul 17.45 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi yang sedang berada di Denpasar, mendapat laporan terkait kondisi terkini pelabuhan penyeberangan Merak.

"Penyeberangan Merak-Bakauheni untuk sementara ditutup, karena cuaca sangat buruk dan gelombang tinggi. Kondisi cuaca seperti ini membahayakan aktivitas penyeberangan," kata Dirjen Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/11) malam.

"Hasil keputusan rapat koordinasi antara PT ASDP, asosiasi, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Banten, dan KSOP Kelas I Banten Kamis (30/11) jam 17.00 memutuskan penutupan sementara penyeberangan Merak Bakauheni terhitung jam 17.45 sampai batas waktu yang belum ditentukan dikarenakan cuaca di Merak sangat ekstrem," lanjutnya.

Dirjen Budi menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, tinggi gelombang mencapai 5 meter dan kecepatan angin di atas 45 knot.

"Saya harap masyarakat yang hendak menyeberang melalui Merak-Bakauheni dapat memahami kondisi semacam ini, keselamatan adalah yang utama," kata Dirjen Budi.

"Saya imbau kepada masyarakat yang akan menggunakan jasa penyeberangan Merak - Bakauheni agar berangkat menuju pelabuhan setelah pelabuhan dibuka kembali. Hal ini untuk menghindari penumpukan dan ketidaknyamanan di pelabuhan yang tentunya akan mempengaruhi stamina dalam melanjutkan perjalanan," ujarnya.

Dirjen Budi meminta jajarannya dan juga PT ASDP selaku operator pelabuhan penyeberangan untuk terus berkoordinasi dengan stakeholder termasuk Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika terkait dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem ini. Selain itu Dirjen Budi juga meminta kepada BPTD-BPTD di wilayah lain untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

"Saya juga minta kepada BPTD di wilayah lain untuk waspada dan berkoordinasi dengan instansi lain mengantisipasi akibat yang ditimbulkan cuaca ektrem. Tidak hanya kelancaran lalu lintas tapi juga membantu masyarakat yang terkena bencana," tutupnya.
-



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon